Obat HIV Khusus Anak Masih Sulit Diakses, Terpaksa Pakai Obat Dewasa

ADVERTISEMENT

Obat HIV Khusus Anak Masih Sulit Diakses, Terpaksa Pakai Obat Dewasa

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 28 Sep 2015 19:07 WIB
Foto: REUTERS/Chaiwat Subprasom
Jakarta - Penelitian di Unika Atma Jaya mengungkap masih banyak masalah dalam pemberian obat HIV (Human Imunodeficiency Virus) khusus anak. Tak jarang, anak-anak harus mendapat obat dewasa dengan dosis yang disesuaikan.

"Anak dengan HIV bukan orang dengan HIV dalam bentuk yang kecil," tegas Natasya Sitorus, peneliti dari Lentera Anak Pelangi (LAP) dalam public exposure di Unika Atma Jaya, Jl Jend Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2015).

Obat HIV atau ARV (Anti Retro Viral) dengan formulasi khusus anak sebenarnya sudah tersedia, tapi sangat terbatas. Dari 80 anak dengan HIV yang menjadi dampingan LAP, hanya 24 anak yang mendapat obat dengan formula khusus anak. Sebanyak 2 anak belum memenuhi kriteria untuk mendapat ARV, 52 anak mendapat ARV dewasa, dan 14 anak mendapat ARV lini kedua.

Baca juga: Untuk Anak, Obat ARV Tersedia dalam Bentuk Tablet dan Sirup

"Saat ini di Indonesia, kombinasi obat ARV lini kedua belum tersedia dalam bentuk formula untuk anak," kata Natasya.

Tidak tersedianya obat ARV khusus untuk anak membuat anak-anak dengan HIV harus mengonsumsi obat dewasa yang diracik menjadi puyer untuk menyesuaikan dosisnya. Padahal dalam pedoman pengobatan, beberapa jenis ARV tidak boleh dipuyer karena bisa berkurang efektivitasnya.

Alternatif lain adalah dengan memotong tablet obat dewasa, menjadi seukuran dosis anak. Masalahnya, tidak semua jenis obat ARV didesain untuk dipotong-potong, sehingga ada risiko potongannya tidak seragam.

"Ketidakseragaman dosis ini nanti berpengaruh juga pada risiko resistensi (kekebalan) virus," kata Natasya.

Baca juga: Obat-obat Ini Penting, Tapi Mahal dan Butuh Perjuangan untuk Mendapatkannya
(up/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT