Berkat Gen Ini, Anak-anak di Afrika Bisa Nyaris 'Kebal' Malaria

Berkat Gen Ini, Anak-anak di Afrika Bisa Nyaris 'Kebal' Malaria

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selasa, 06 Okt 2015 07:35 WIB
Berkat Gen Ini, Anak-anak di Afrika Bisa Nyaris Kebal Malaria
Foto: Jab43120
London - Di negara berkembang, hampir setengah juta anak meninggal akibat serangan malaria tiap tahunnya. Sebanyak 90 persen di antaranya ditemukan di kawasan Afrika. Ini saja sudah cukup membuat para ilmuwan gerah.

Namun di sisi lain, peneliti melihat ada sebagian anak di Afrika yang kebal terhadap serangan nyamuk pembawa malaria. Padahal mereka sama-sama tinggal dalam satu wilayah dengan anak-anak lain yang juga terkena malaria berat.

Penasaran, tim peneliti internasional yang menyebut dirinya MalariaGEN kemudian menganalisis DNA dari 5.633 anak yang pernah terjangkit malaria berat di 8 negara endemis malaria di Afrika, yakni Burkina Faso, Kamerun, Ghana, Kenya, Malawi, Mali, Gambia dan Tanzania.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh peneliti, DNA mereka kemudian dibandingkan dengan kondisi DNA 5.919 anak yang tidak pernah mengalami malaria yang buruk. Di situlah ditemukan sebuah varian DNA khusus. Demikian seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (6/10/2015).

Baca juga: Perumahan Modern Dapat Pangkas Risiko Penularan Malaria hingga 65 Persen

Uniknya, varian DNA ini teridentifikasi berada di dekat sekelompok gen yang bertugas memberikan sinyal untuk protein yang disebut 'glycophorin'. Glycophorin inilah yang selama ini berperan penting dalam membantu parasit malaria menyerbu sel-sel darah merah dan menyebarkan virus malaria.

"Ini menarik, tapi di sisi lain kami juga bisa mengatakan variasi genetik ini dapat memberikan perlindungan yang kuat terhadap serangan malaria berat, sehingga tak sampai jatuh korban jiwa," tutur salah satu peneliti, Dominic Kwiatkowski, dari Sanger Institute and Center for Human Genetics, Wellcome Trust, Inggris.

Varian genetik ini rupanya banyak ditemukan pada anak-anak yang berasal dari Kenya. Itulah mengapa sebagian anak di Kenya mempunyai risiko 40 persen lebih rendah untuk terkena malaria berat dibandingkan anak-anak Afrika lainnya.

Sebaliknya, peneliti juga menemukan anak-anak di negara yang sama dan mempunyai varian genetik yang sama tapi persentase gennya lebih sedikit. Anak-anak ini diketahui memiliki risiko yang lebih besar untuk terserang malaria, sehingga peneliti sampai pada kesimpulan bahwa tinggi rendahnya risiko malaria seorang anak ditentukan oleh ada tidaknya varian tersebut.

Dengan temuan ini, peneliti berharap dapat mengembangkannya menjadi suatu metode khusus untuk menangkis serangan malaria, atau setidaknya mengurangi jumlah korban anak yang berjatuhan karenanya.
 
Baca juga: Gen Unik Suku Afrika yang Bikin Hidup Panjang

(lll/vit)

Berita Terkait