Elizabeth D'Amico dari RAND Corporation, Santa Monica, California, melakukan penelitian kepada 1.100 siswa SMP. Mereka diminta untuk mengisi survei tiap dua tahun mulai dari tahun 2009 hingga 2014.
Baca juga: Kebiasaan Minum Minuman Keras Remaja Bisa Jadi Karena Pengaruh Orang Tua
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ada satu hal yang membuat D'Amico waspada. Survei juga membuktikan bahwa sebagian besar remaja tahu bahwa mengemudi dalam pengaruh alkohol berbahaya dan melanggar. Hanya mereka tak memberikan porsi yang sama untuk marijuana.
"Aku khawatir karena banyak remaja yang sudah paham bahwa mereka tak boleh minum alkohol sambil mengemudi. Hanya saja mereka malah menggunakan marijuana karena dianggap lebih aman. Ini benar-benar salah," ungkapnya, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/10/2015).
Terkait upaya pencegahan, D'Amico mengatakan orang tua bisa mengajak anak bicara soal hal ini, bahkan sebelum ia cukup umur untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) atau kendaraan pribadi. Dengan bicara, orang tua akan dapat melihat apakah anaknya termasuk kelompok risiko atau tidak.
"Hanya bertanya kepada mereka akan sangat membantu. Usia remaja awal masih memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan banyak cara inovatif untuk menjangkau mereka," tutur D'Amico lagi.
Mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau marijuana menjadi salah satu masalah remaja di Amerika Serikat. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkap bahwa 1 dari 10 orang siswa usia SMA mengaku mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau marijuana.
Baca juga: Wine dan Pencegahan Sakit Jantung, di Sini Letak Keterkaitannya
(mrs/vit)











































