Pada jenis PJB biru, tubuh anak-anak akan terlihat membiru pada beberapa tempat pada usia 2-3 minggu. Anak-anak juga akan membiru ketika sedang menangis.
"Penyebab pada tubuh anak yang membiru karena tercampurnya darah kotor yang tidak mengandung oksigen dengan darah bersih yang mengalir di tubuh," ujar dr Maizul Anwar, SpBTKV ketika ditemui saat Media Gathering Siloam Hospitals, Kebon Jeruk, Jakarta Barat dan ditulis pada Rabu (28/10/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Maizul menjelaskan bagaimana seharusnya alur darah yang normal agar tidak terjadi pembiruan.
"Ada dua jenis aliran darah di dalam tubuh kita, pertama itu aliran darah bersih yang mengandung oksigen akan mengalirke seluruh tubuh. Lalu yang kedua itu adalah alirah darah kotor, yang tidak mengandung oksigen akan dialirkan ke paru-paru untuk diberikan oksigen," papar dr Maizul yang juga Chairman Siloam Heart Institute (SHI).
Pada kasus PJB biru, kelainan pada perkembangan yang terjadi akan menyebabkan dua aliran darah yang bersih dan yang kotor akan tercampur. "Campuran inilah yang menyebabkan munculnya warna biru pada bagian-bagian tubuh," lanjutnya.
PJB biru cenderung lebih mudah dideteksi dan dapat langsung diberi tindakan. Berbeda pada PJB tidak biru, yang tidak dapat langsung dideteksi dan diketahui.
"Pada PJB tidak biru, biasanya kalau tidak ada gejala apapun bisa saja baru ketahuan saat pasien sudah dewasa. Bisa dilihat kalau tumbuh kembang anak terganggu dan sering batuk panas serta mudah kelelahan, bisa saja dia memiliki PJB tapi tidak biru," tandas dr Maizul. (up/up)










































