Jumat, 06 Nov 2015 18:15 WIB

Waspada, Begini Ciri-ciri Anak Terserang Pneumonia

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - dr Nastiti Kaswandani, SpA(K), Ketua UKK Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan selain batuk, pilek dan demam, anak yang terserang pneumonia biasanya bernapas dengan cepat. Dalam istilah kedokteran, hal ini disebut sebagai tachypnea.

"Jadi anak bernapas dengan cepat, atau istilah awamnya ngos-ngosan padahal tidak sedang lari," tutur dr Nastiti, dalam temu media di Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2015).

Ada batasan tertentu terkait frekuensi napas cepat yang merupakan gejala pneumonia. Dijelaskan dr Nastiti, napas cepat dihitung berdasarkan jumlah frekuensi napas per menit.

- Usia di bawah 2 bulan frekuensi napas 60 kali per menit.
- Usia 2 sampai 12 bulan frekuensi napas 50 kali per menit.
- Usia 1 sampai 5 tahun frekuen napas 40 kali per menit.

"Kalau pada dewasa itu 20 kali per menit cukup. Nah jika anak terlihat ngos-ngosan dan frekuensinya di atas batasan tadi kemungkinan besar terserang pneumonia," tutur dr Nastiti lagi.

Ciri lain yang harus diperhatikan adalah adanya tarikan dinding dada ke arah dalam. Jika antara dada dan perut anak terdapat cekungan ke dalam (chest indrawing) hal ini juga merupakan tanda pneumonia.

Ditegaskan dr Nastiti bahwa orang tua tak boleh lengah melihat kondisi anak yang seperti ini. Terlambat sedikit saja anak bisa terserang pneumonia berat. Ciri pneumonia berat adalah bibir yang membiru karena tubuh kekurangan oksigen dan tubuh kejang-kejang.

"Semakin berat semakin tinggi risiko kematian. Bahkan meskipun sembuh, efek kekurangan oksigen akibat pneumonia berat tadi akan memengaruhi otak anak dan tumbuh kembangnya bisa terhambat," pungkasnya. (mrs/vit)