Tak hanya itu, bocah yang baru menginjak tujuh tahun itu juga mengeluh perutnya terasa kram. Tak ingin terjadi apa-apa, Kerrie pun membawa Connor ke dokter. Sayangnya dokter langganan Connor sedang tidak ada di tempat, sehingga ia hanya diperiksa oleh seorang dokter pengganti.
Setelah memeriksa perut Connor dengan stetoskop, ia menanyakan tentang pola makan si kecil. Dari situ ia menyimpulkan bahwa Connor mengalami konstipasi alias sembelit. Si kecil pun diberi obat pencahar untuk meredakan sakitnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ini Tandanya Sembelit pada Anak Tak Bisa Diremehkan
Melihat hal ini, ayah Connor, Glenn (45) meyakini apa yang dialami putranya lebih serius dari sekadar sembelit. Mereka kembali membawanya ke Southampton General Hospital. Setelah di-scan selama berjam-jam dan menjalani serangkaian tes lainnya, akhirnya kondisi Connor yang sebenarnya terungkap.
Rupanya kakak dari Keiran (4) itu mengidap salah satu jenis limfoma atau kanker pada kelenjar getah bening yang disebut dengan Limfoma Burkitt stadium 3. Limfoma yang satu ini tergolong langka, karena hanya ditemukan pada 1-3 pasien saja di Inggris setiap tahunnya.
"Saya baru saja selesai bekerja, dan mendapat telepon dari Glenn. Ia terdiam kemudian menangis, dan tak bisa berbicara. Dari situ saya tahu ada hal serius yang terjadi dan saya ketakutan," tutur Kerrie ketika pertama kali diberitahu tentang Connor.
Setelah akhirnya sang suami berhenti menangis, barulah ia berani mengungkapkan bahwa putra sulung mereka terserang kanker. Saat itu giliran Kerrie yang menangis, bahkan tanpa henti.
Karena kanker yang diidap Connor sudah memasuki stadium tiga, mau tak mau ia harus segera mengambil cuti sekolah dan menjalani kemoterapi secara intens.
Connor selama menjalani perawatan di rumah sakit (Foto: M and Y News Agency) |
Selanjutnya, Kerrie mengaku tak sanggup melihat tubuh kecil putranya mulai merapuh karena kemoterapi. Rambutnya menipis dan tubuhnya dipasangi banyak selang. Tak berapa lama, Connor pun kehilangan mahkotanya.
Untuk menemani Connor, Kerrie juga memutuskan menggundul kepalanya. "Saya tak ingin Connor berpikir bahwa ia berjuang sendirian, atau ia tampak berbeda dari yang lain," tekadnya.
Beruntung tempat kerja Kerrie memberinya keringanan agar ibu dua anak itu dapat menemani sang buah hati menjalani pengobatan. Hingga akhirnya dokter menyatakan bahwa Connor berhasil 'melumpuhkan' kanker di tubuhnya.
"Saya tahu kondisinya akan membaik ketika suatu hari ia menatap ke saya dan mengatakan ia ingin kembali ke sekolah," kata Kerrie seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (10/11/2015).
Meski sudah memasuki masa remisi, Connor masih harus menjalani pemeriksaan rutin tiap enam minggu sekali untuk memastikan sel-sel ganas itu tak kembali ke tubuhnya.
Baca juga: Kenali Aneka Sebab Sembelit pada Balita (lll/up)












































Connor selama menjalani perawatan di rumah sakit (Foto: M and Y News Agency)