Jumat, 22 Jan 2016 16:33 WIB

Bukan Ngidam Tak Keturutan, Ini Penyebab Ngiler yang Sebenarnya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Sering ngiler pada anak-anak sering dikaitkan dengan riwayat dalam kandungan. Banyak orang meyakini, ngidam yang tidak kesampaian semasa hamil bisa memicu produksi air liur yang berlebih saat anaknya lahir.

"Nggak, itu mitos saja," kata drg Pruput Dwi Mutiari, SpBM dari RSIA Grand Family, Jumat (22/1/2016).

Menurut dokter gigi spesialis bedah mulut tersebut, hipersalivation atau produksi air liur yang berlebihan paling banyak disebabkan oleh efek samping obat-obatan. Selain itu, banyak faktor lain yang juga berpengaruh termasuk faktor genetik.

"Bernapas dari mulut juga merangsang produksi air liur yang berlebih, karena mulutnya terbuka dan cepat kering," jelasnya.

Baca juga: Penyebab Balita Masih Suka Ileran

Air liur atau saliva diproduksi oleh kelenjar di mulut yang dikontrol oleh sistem saraf otonom. Fungsinya adalah untuk membantu pencernaan kimiawi saat mengunyah makanan.

Kelenjar air liur bisa juga mengalami pembengkakan akibat trauma atau sumbatan batu kalsium. Benjolan yang terjadi pada kelenjar air liur minor disebut mucocele, sedangkan yang muncul di kelenjar mayor disebut ranula. Meski biasanya bisa sembuh dengan sendirinya, dokter bedah mulut kadang harus melakukan operasi minor untuk mengambil kelenjar yang rusak.

Baca juga: Sedang Hamil? Ketahuilah Fakta dan Mitos Seputar Ngidam

(up/vit)