"Membaca itu hubungannya sama IQ karena komponen IQ sendiri terdiri dari visual, spasial, bahasa. Awalnya, anak belum tahu hitung-hitungan tapi yang dia tahu adalah bahasa. Nah, keterampilan dia berbahasa membantu dia memahami instruksi yang diberikan," tutur psikolog pendidikan dan anak Elizabeth Santosa, MPsi.
"Makin banyak kosakata yang dimiliki anak, makin bawel si anak, makin pintar dia. Kalau ada orang dewasa memberi instruksi atau pembelajaran, dia kan paham karena keterampilannya berbahasa bagus," lanjut wanita yang akrab disapa Lizzie ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Lizzie mengingatkan jangan paksa anak untuk gemar membaca. Sebab, bisa saja si kecil termasuk tipe anak kinestetik di mana untuk mempelajari sesuatu, anak lebih senang menyentuh apa yang dijumpai dan mempraktikkan apa yang dia dapat.
Baca juga: Calistung Bebani Anak? Ini Kata Ortu Bocah yang Biasa Baca 7-10 Buku Sehari
Ketika berusaha membuat anak tertarik membaca buku, orang tua juga mestinya kreatif dalam membuat kegiatan membaca jadi menyenangkan. Cara yang dilakukan misalnya saja menggunakan boneka jari sebagai tokoh cerita dan berani menggunakan ekspresi atau mimik yang disesuaikan dengan tokoh cerita.
Kepada detikHealth beberapa waktu lalu, psikolog Anna Surti Ariani S.Psi, M.Si mengatakan memupuk kebiasaan membaca anak bisa dilakukan sejak bayi. Caranya, dengan membacakan cerita di saat-saat yang tenang dan damai. Jika siang hari, wanita yang akrab disapa Nina ini menekankan orang tua bisa membacakan cerita pada anak dengan intonasi meriah, riang, dan jika memungkinkan menggunakan boneka sebagai peraga.
Sebaliknya, saat malam hari bacakan cerita dengan intonasi yang lebih tenang. Jangan lupa pula variasikan cerita yang dibacakan pada anak. Tapi jika anak enggan dibacakan cerita lain, biarkan saja karena mereka cenderung suka mendengar cerita berulang-ulang agar bisa lebih memahami.
"Orang tua harus bisa memperlihatkan kalau kegiatan membaca itu menyenangkan. Awalnya bisa dikenalkan lewat gambar setelah itu tulisan. Atau ketika anak bertanya kita bisa buka buku dan jawab pertanyaan dia. Jadi anak tahu kalau manfaat baca buku itu besar ya, bisa nambah pengetahuan," papar Nina.
Baca juga: Baca Buku Sambil Tiduran Bikin Mata Minus? Ini Kata Dokter (rdn/vit)











































