Professor Mark Taylor selaku peneliti yang terlibat menemukan kesimpulan tersebut setelah melihat cacatan kriminal 30 tahun belakangan dari enam tempat di New South Wales. Ia menemukan kandungan timbal di udara berkontribusi 29,8 persen terhadap tingkat kekerasan di area tersebut.
"Ini adalah studi di Australia yang pertama kali menguji hipotesis bahwa ekspos timbal berkaitan dengan perilaku kriminal yang agresif," kata Prof Taylor seperti dikutip dari ABC Australia, Kamis (18/2/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 83 Persen Cat Indonesia Tinggi Kandungan Timbal, Anak Berisiko Terpapar
Prof Taylor mengatakan studinya memang tak membuktikan langsung bahwa terpapar timbal pasti akan menjadi orang yang mudah terlibat kekerasan. Namun demikian ia tetap menyarankan agar orang tua atau pemangku kebijakan untuk membuat langkah yang bisa melindungi anak-anak dari timbal.
"Perlu diambil tindakan untuk mengurangi atau menghilangkan sumber polusi timbal di udara di mana saja bisa dilakukan," ujar Prof Taylor yang telah mempublikasikan penelitiannya di jurnal Environmental Health.
"Karena kita tak punya bukti batas paparan aman minimal dari timbal, maka program perbaikan akan sangat diperlukan untuk menghindari efek negatif ini," pungkasnya.
Mengapa timbal bisa membuat anak jadi berperilaku impulsif belum diketahui pasti, namun kemungkinan paparan yang terjadi sejak kecil bisa menghambat pertumbuhan otak. Akibatnya kecerdasan jadi terhambat dan kontrol diri juga berkurang.
Baca juga: Duh, Paparan Logam Paling Sering Bikin Sperma 'Mati Lemas'
(fds/vit)











































