Senin, 11 Apr 2016 13:02 WIB

Penjelasan Pakar Tentang Ingus yang Berwarna Hijau

Martha HD - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Ketika pilek sehingga keluar ingus dari hidung, warna ingus terkadang jadi perhatian. Ketika warnanya menjadi hijau, apakah merupakan pertanda kondisi yang lebih serius?

Virus atau bakteri merupakan dua hal yang diduga jadi penyebab saat seseorang batuk dan pilek. Beberapa orang menduga berubahnya warna ingus menjadi hijau merupakan pertanda kondisi yang lebih serius. Ada juga yang menduga ini pertanda penyakit disebkan oleh bakteri.

Erin K. O'Brien, MD, ahli dari Mayo Clinic Rochester mengatakan ingus yang berwarna kuning kehijauan menandakan seseorang sedang mengalami infeksi. Warna hijau pada lendir muncul akibat enzim yang diproduksi sel darah putih, yang berfungsi melawan infeksi.

Sementara itu Scott Stringer, MD, profesor THT di University of Mississippi Medical Center memiliki pendapat berbeda. Menurutnya ketika ingus berwarna kuning atau hijau tidak selalu menandakan adanya infeksi bakteri atau virus. Sebab, perubahan warna lendir hidung tergantung pada jumlah lendir dan tingkat peradangan. Namun, Stringer menekankan kedua warna itu bisa menunjukkan bahwa seseorang tengah sakit dan sistem kekebalan tubuh menurun.

Baca juga: Denguskan Napas Kencang-kencang Belum Tentu Ampuh Atasi Hidung Mampet

Meski begitu baik O'Brien maupun Stringer menegaskan sel darah putih sedang melakukan perlawanan ketika imunitas Anda menurun. "Nah, setelah pertempuran melawan bakteri, kuman, atau virus selesai, sel darah putih akan mati dan meninggalkan enzim yang memberi semburat hijau pada ingus," ucap Stringer.

Untuk membedakan penyebab infeksi, apakah virus atau bakteri, juga tidak mudah. dr Aditya Suryansyah, SpA, dokter spesialis anak yang berpraktik di RSAB Harapan Kita Jakarta dan RSIA Buah Hati Ciputat mengatakan beda infeksi keduanya macam-macam, sehingga harus diperiksa keseluruhan dan detail.

"Tapi kalau panas cepat meningkat tanpa radang, itu biasanya virus. Kalau panas tinggi dan lama (beberapa hari) mungkin itu bakteri," terang dr Aditya beberapa waktu lalu.

Sementara itu dr RHM Nawawi Akip, Kepala Dinas kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan mengatakan jika seseorang terkena virus influenza, maka cara terbaik mengatasinya dengan cukup istirahat. Selain itu disarankan untuk cukup mengonsumsi air putih. Ingat, infeksi virus tidak membutuhkan antibiotik.

Baca jugaJangan Semua 'Dibabat' Antibiotik, Ini Beda Infeksi Bakteri dan Virus

"Bila Anda terkena flu, disarankan untuk menggunakan masker agar tidak menyebar," kata dokter yang juga praktik di Klinik Happy Medika, Lubuklinggau, Sumatra Selatan ini mewanti-wanti.

Cara alami mengatasi virus influenza juga disampaikan dr Fajar Pradhana Putra dari RSUD Hanafiah Batusangkar, Sumatra Barat. Jika sudah ada tanda-tanda flu, ada baiknya mengonsumsi air hangat yang dicampur madu dan jeruk nipis.

Menurut dr Fajar, air hangat memiliki fungsi untuk memperlancar pembuluh darah. Sedangkan madu ditengarai berkhasiat melindungi bakteri-bakteri baik di tubuh. Sementara jeruk nipis berguna sebagai anti radang dan mengencerkan dahak.

"Namun, setelah tiga hari tidak sembuh harus segera ke dokter," saran dr Fajar. (vit/vit)