Hiii, Risiko Kematian Dini Sudah Terlihat Sejak Remaja

Hiii, Risiko Kematian Dini Sudah Terlihat Sejak Remaja

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Sabtu, 16 Apr 2016 10:36 WIB
Hiii, Risiko Kematian Dini Sudah Terlihat Sejak Remaja
Foto: thinkstock
Jakarta - Makin bertambahnya jumlah remaja yang kegemukan mau tak mau menyedot perhatian. Ini berarti isu kegemukan pada anak-anak dan remaja tak lagi bisa dikesampingkan.

Apalagi sebuah penelitian terbaru dari Israel mengungkap, remaja yang kelebihan berat badan berpeluang mengalami kematian dini lebih cepat dari teman-teman sebayanya.

Peneliti mendasarkan fakta ini dari hasil pemeriksaan fisik 2,3 juta remaja asal Israel dalam kurun tahun 1967-2010. Di akhir studi, tercatat lebih dari 36.000 remaja meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena usia partisipan ketika riset berakhir masih dianggap relatif muda, maka tingkat kematian akibat gangguan jantung sebenarnya tergolong rendah. Hanya saja beberapa di antaranya merupakan partisipan yang sudah mengalami obesitas sejak remaja.

Penyebab kematiannya juga dapat diprediksi, rata-rata karena penyakit jantung, seperti serangan jantung dan stroke.

Ini karena remaja yang kelebihan berat badan menghadapi risiko yang lebih tinggi untuk meninggal akibat stroke atau penyakit jantung ketika usianya memasuki paruh baya. Risikonya bahkan mencapai 2-3 kali lipat dibandingkan mereka yang kurus di usia remaja.

Tak tanggung-tanggung, peneliti mengungkapkan risiko kematian dini pada seseorang yang mengalami obesitas di usia remaja mencapai lima kali lebih besar daripada teman sebayanya yang memiliki bobot normal. Dan risiko kematian akibat penyakit jantungnya mencapai tiga kali lipat.

Baca juga: Diabetes Tipe 2 Mengintai Remaja yang Kekurangan Jam Tidur

Sayangnya peneliti tidak menjelaskan mekanisme yang terjadi di balik risiko kematian dini ini, sehingga tidak diketahui dengan pasti apakah risiko kematian ini muncul semata-mata karena berat badannya yang berlebih, pola makan yang buruk atau kurangnya aktivitas fisik.

"Mungkin karena remaja yang gemuk juga akan tetap gemuk sampai dewasa, tetapi kami akui data follow up ini tidak kami miliki," kata ketua tim peneliti, Dr Gilad Twig dari Sheba Medical Center, Tel Hashomer, Israel.

Namun dari studi ini, ia meyakini bahwa kegemukan pada remaja bisa menjadi alat untuk memprediksi risiko kematian dini akibat gangguan kardiovaskular yang 'akurat' bagi siapapun. "Jadi memang baiknya berat badan ideal itu dipertahankan dari kanak-kanak hingga memasuki usia remaja," tutupnya seperti dilaporkan CBS News.

Baca juga: Remaja Perempuan yang Kegemukan Rentan Depresi Ketika Dewasa (lll/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads