Nicole Pratt dari University of South Australia, Adelaide, melakukan penelitian terkadap efek Methylphenidate, stimulan yang digunakan pada pasien ADHD, pada jantung. Ditemukan bahwa ada sedikit peningkatan risiko pasien ADHD terserang penyakit jantung, meski kasusnya jarang terjadi.
"Efek samping ini jarang terjadi. Meski begitu, penelitian ini patut menjadi pertimbangan orang tua dan dokter sebelum meresepkan Methylphenidate pada pasien anak dengan ADHD," tutur Pratt, dikutip dari Reuters, Senin (6/6/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian dilakukan dengan melihat data asuransi 114,647 anak dari Korea Selatan antara tahun 2008 dan 2011. Seluruh partisipan berusia maksimal 17 tahun dan mengidap ADHD, serta pernah diresepkan Methylphenidate minimal satu kali.
Selama penelitian dilakukan, 864 anak mengalami gangguan irama jantung, 395 memiliki tekanan darah tinggi, 57 mendapat serangan jantung, 67 mengidap stroke dan 44 mengalami gagal jantung.
Risiko gangguan irama jantung lebih besar 61 persen pada partisipan yang mendapat resep Methylphenidate selama pengobatannya. Gangguan irama muncul pada tiga hari pertama setelah mendapat pengobatan, namun berangsur-angsur hilang setelah penggunaan obat lebih dari 56 hari.
Untuk kasus serangan jantung, penggunaan Methylphenidate meningkatkan risiko namun tidak signifikan. Selain itu, tidak ditemukan adanya hubungan antara Methylphenidate dengan tekanan darah tinggi, stroke dan gagal jantung.
Pratt menyebut hasil studi ini memang bisa menjadi pertimbangan bagi orang tua dan dokter sebelum meresepkan Methylphenidate pada anak dengan ADHD. Namun, patut diingat orang tua yang sudah mendapat resep Methylphenidate untuk anaknya tidak boleh tiba-tiba menghentikan pengobatan.
"Pengobatan Methylphenidate penting bagi pasien ADHD karena mengurangi hiperaktif yang dialami pasien. Jika memang khawatir, pengobatan bisa dilakukan sembari memantau kondisi jantung," tuturnya.
Penelitian diterbitkan di jurnal BMJ.
Baca juga: Ini yang Sebaiknya Dilakukan Ortu Jika Curiga Anaknya Memiliki Autisme
(mrs/vit)











































