Masih Belia, Tapi si Kecil 'Hobi' Bersolek? Psikolog: Itu Normal

Masih Belia, Tapi si Kecil 'Hobi' Bersolek? Psikolog: Itu Normal

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 22 Jun 2016 09:34 WIB
Masih Belia, Tapi si Kecil Hobi Bersolek? Psikolog: Itu Normal
Foto: thinkstock
Jakarta - Setiap anak memang memiliki keunikan masing-masing. Pada anak perempuan misalnya, ada yang cenderung cuek atau justru feminin sehingga ia gemar sekali bersolek. Ketika itu dialami si kecil padahal usianya masih belia, normalkah?

"Nggak apa-apa sih, itu fase eksplorasi. Itu kan tahapan normal. Sekarang kan banyak juga ibu-ibu ngajak anaknya yang masih kecil gitu ke salon, tangannya masih kecil-kecil gitu dipakaiin kutek. Asal nggak berlebihan nggak apa-apa sih," tegas psikolog anak dan remaja Sutji Sosrowardojo.

Ditemui usai Media Gathering 'Drink Move Be Strong' di The Hermitage, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2016), Sutji mengatakan justru dengan begitu anak sedang memainkan perannya sesuai dengan gendernya. Di mana anak tahu bahwa sebagai perempuan memang seharusnya seperti sang Bunda yang rajin merawat diri misalnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Badan Bongsor Anak Perempuan Bisa Saja Jadi Indikasi Pubertas Dini

Namun, ketika membolehkan anak bereksplorasi dengan aktivitas bersolek, Sutji mengingatkan jangan sampai orang tua lupa akan pentingnya pembentukan karakter. Sehingga, anak tak melulu hanya melakukan 'hobi'-nya bersolek, tetapi juga ada kegiatan lain.

"Kegiatan kayak gitu, dandan-dandan gitu ya 5-10 persen dari kegiatan anaklah. Sisanya aspek spiritual, pendidikan, dan yang lainnya itu jangan sampai dilupakan. Kayak anak perempuan main dandan-dandanan itu kan pemanis juga ya," lanjut Sutji.

Kemudian, dengan bermain pura-pura bersolek atau ikut sang ibu pergi ke salon menurut Sutji juga bisa jadi momen bonding ibu dan anak. Meskipun, menjalin bonding dengan anak melalui kegiatan yang bersifat feminin bisa saja dilakukan ibu misalnya dengan mengajak anak memasak bersama.

Baca juga: Saran Psikolog untuk Ortu Saat Hadapi Anak yang Terlalu Genit di Masa Puber

(rdn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads