Anak Terlalu Malu untuk Bicara, Ini Termasuk Gangguan Kecemasan Lho

ADVERTISEMENT

Anak Terlalu Malu untuk Bicara, Ini Termasuk Gangguan Kecemasan Lho

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 22 Jul 2016 15:06 WIB
Foto: thinkstock
Jakarta - Sebagian anak memang cenderung takut ketika bertemu atau diajak bicara oleh orang asing. Namun pada anak-anak tertentu, kebisuan mereka seringkali terlalu buruk.

Oleh pakar, kondisi demikian disebut sebagai 'selective mutism' atau bisu selektif. Ciri anak dengan selective mutism atau bisu selektif bisa berbeda antara satu anak dengan lainnya. Namun secara umum mereka mudah sekali gugup, malu dan kikuk ketika berada dalam situasi sosial tertentu.

Ketika diajak berkomunikasi, mereka juga cenderung memperlihatkan gerak-gerik seperti mengangguk atau menggelengkan kepala dan berbisik. Bahkan ada juga yang sampai takut menggunakan toilet umum.

"Bukannya tak mau bicara, tetapi lebih seperti terdiam terpaku, atau sederhananya, fobia bicara," seperti dikutip dari Mirror.

Si anak umumnya lebih memilih hanya berbicara kepada orang-orang terdekatnya saja, seperti orang tua atau kakak adik kandung.

Lalu kapan bisu selektif mulai muncul? Pada dasarnya, kondisi ini mulai muncul sejak anak diajak meninggalkan zona nyamannya, seperti masuk sekolah yaitu di usia 3-8 tahun. Bila dirata-rata, bisu selektif terjadi pada 1 dari tiap 150 anak, yang mayoritas adalah anak perempuan.

Untungnya kebanyakan anak bisa melewati fase ini berkat pendampingan penuh dari keluarganya, meskipun pada beberapa anak ketakutan dan kecemasan saat berada di situasi sosial tertentu akan tetap muncul sampai remaja atau usianya sudah lebih dewasa.

Baca juga: Saat Anak Bisu Mendadak

Dr Elisa Shipon-Blum dari Selective Mutism Anxiety Research and Treatment Center, menambahkan, 90 persen lebih anak dengan bisu selektif juga memiliki fobia sosial atau kecemasan ketika harus bersosialisasi atau melakukan interaksi sosial, dan ketakutan mereka nyata.

Namun manifestasi tiap anak bisa berbeda-beda. Ada yang benar-benar jadi pendiam dan tak bisa bicara sama sekali, ada juga yang bicara sedikit-sedikit, bahkan berbisik.

"Sebagian anak berdiri mematung ditambah ekspresi takut, ada juga yang tak berekspresi, tidak memperlihatkan emosi tertentu dan cenderung terisolir ketika berada di tengah situasi sosial," paparnya.

Meski demikian, pada anak yang bisu selektifnya tergolong ringan, mereka masih bisa bicara dengan satu-dua anak saja, tetapi tidak dengan lainnya.

Sederhananya, untuk membedakan mana anak yang pemalu dan yang mengalami bisu selektif, anak dengan bisu selektif termasuk sangat pemalu dan penakut melebihi anak pemalu sekalipun.

Dikutip dari www.selectivemutismcenter.org, pada anak, kecenderungan untuk tidak mau berinteraksi dengan orang lain atau berbicara di tengah situasi sosial memang lumrah terjadi. Namun bila kondisi semacam ini berlangsung lebih dari sebulan, ada baiknya anak dibawa ke dokter atau psikolog anak untuk memastikan apakah mereka mengalami bisu selektif atau sekadar pendiam saja.

Baca juga: Jangan Salah, Pemalu dan Introvert Itu Tidak Sama Lho! (lll/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT