Jika si Kecil Malu-malu Seperti Ini, Orang Tua Patut Khawatir

Jika si Kecil Malu-malu Seperti Ini, Orang Tua Patut Khawatir

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Senin, 01 Agu 2016 17:03 WIB
Jika si Kecil Malu-malu Seperti Ini, Orang Tua Patut Khawatir
Foto: thinkstock
Jakarta - Anak jadi pemalu ketika bertemu orang yang baru dikenal wajar terjadi. Namun, ada kondisi di mana rasa malu yang dimiliki anak menunjukkan adanya masalah dengannya.

Dosen senior Developmental Psychology di University of Melbourne, Heidi Gazelle menuturkan beberapa anak memang butuh waktu untuk dia bisa menyesuaikan diri dengan orang lain, terutama yang baru dikenal. Sehingga, karakter pemalu di awal berkenalan dengan orang lain wajar adanya.

Namu, Gazelle menekankan ketika malu dimiliki anak terus-menerus dan dari waktu ke waktu, maka ada hal yang mesti dikhawatirkan orang tua. Dikatakan Gazelle, malu-malu ketika bertemu orang dewasa lebih umum terjadi pada anak karena sebagai bentuk kewaspadaan terhadap orang itu. Namun, tidak menjadi hal yang umum ketika anak cenderung malu-malu dengan anak sebayanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rasa malu pada anak patut dikhawatirkan jika ia cenderung malu dengan teman sebaya dan yang sudah dikenal kemudian anak justru senang menyendiri ketika berada di kelompok bersama anak-anak lain. Sebab, ketika terlibat dalam interaksi teman sebaya, prinsipnya anak berlajar berbagai keterampilan yang mendukung perkembangannya," kata Gazelle kepada The Conversation, dan dikutip dari Daily Mail.

Baca juga: Kebiasaan Ortu Seperti Ini Justru Bikin Anak Jadi Penakut dan Mudah Cemas

Rasa malu yang dialami anak kepada teman sebaya yang biasa dikenalnya menurut Gazelle bisa jadi indikasi si anak khawatir bagaimana teman-temannya memperlakukan dia. Kemudian, ada kekhwatiran anak apakah ia akan diterima atau disukai di kelompoknya. Pada anak pemalu yang diperlakukan baik oleh temannya, menurut Gazell itu tak masalah. Lain halnya ketika anak mendapat perlakuan buruk dari temannya.

"Sebab, anak pemalu cenderung menjadi korban ejekan, dikucilkan, dan mereka sulit berteman. Tentunya ini tak baik untuk kesehatan mental mereka," kata Gazelle.

Beberapa waktu lalu, psikolog anak dan remaja Alzena Masykouri, M.Psi, menuturkan anak pendiam karena merasa tertekan sangat rentan dibully. Sebab, pada dasarnya tipe pelaku bullying yakni menekan individu lain yang dianggap lebih lemah.

"Dengan ketidakmampuan anak untuk mengutarakan apa yang terjadi ditambah kemungkinan kesempatan yang tidak diperoleh, maka tindakan bully yang dialami bisa terus menerus terjadi tanpa adanya kemampuan anak untuk menghentikan," tutur wanita yang akrab disapa Zena ini.

Baca juga: Kenali Hal-hal yang Bikin si Kecil Cemas Sehingga Sulit Jauh dari Ibunya


(rdn/up)

Berita Terkait