Rabu, 03 Agu 2016 18:31 WIB

10 Tanda Gizi Anak Sudah Tercukupi (2)

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Gizi yang buruk akan berdampak negatif pada pertumbuhan anak. Oleh karena itu Dr dr Dr dr Yustina Ani Indriastuti, SpGK, M.Sc, dari Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) mengatakan penting bagi orang tua untuk tahu tanda-tandanya.

Setidaknya ada 10 tanda umum yang bisa dilihat oleh orang tua terkait kondisi gizi anak. Berikut beberapa tanda tersebut seperti dijelaskan oleh dr Ani ketika ditemui dalam acara peluncuran Dokter Kecil Mahir Gizi, Rabu (3/8/2016):

Baca juga: 10 Tanda Gizi Anak Sudah Tercukupi (1)

1. Mata jernih

Pertumbuhan mata yang baik membutuhkan vitamin A dan protein. Bila asupan tersebut terpenuhi maka mata anak akan terlihat jernih dan minim masalah.

"Kalau kita kekurangan vitamin A akan mengalami urutannya dari buta senja, bercak bitot, xerophthalmia, sampai bisa akhirnya buta. Meski ini jarang tapi waktu krisis tahun 2000 angka kebutaan kita meningkat," kata dr Ani.

2. Tanggap dan ceria

"Ini kaitannya dengan anemia karena kekurangan zat gizi iodium dan zinc. Kalau kita anemia itu gejalanya kan 5L: lemah, letih lesu, lunglai, lalai. Anak yang aktif ceria itu bisa jadi tanda zat gizinya baik," kata dr Ani.

Untuk hal ini orang tua bisa membandingkan anaknya dengan anak lain sebagai indikator. Selain itu guru bisa juga berperan dengan memerhatikan bagaimana perilaku sang anak di sekolah.

3. Nafsu makan baik

Nafsu makan yang baik berarti anak mau makan beragam jenis makanan. "Jadi lebih ditujukan ke anak itu makannya benar. Tidak pilih-pilih makanan, mau makan sayur karena ini yang biasanya susah, dan teratur sesuai dengan kebutuhan," ujar dr Ani.

"Nafsu makan yang salah itu misalnya seperti makan melulu itu juga salah karena akan jadi gendut anaknya. Nafsu makan enggak bener apalagi kelihatan tubuhnya gendut atau kurus maka wajib ibu mencari solusinya," sambung dr Ani.

4. Buang air teratur

Buang air teratur sehari 1-3 kali menunjukkan sistem pencernaan yang berjalan normal dan kebutuhan serat yang terpenuhi. Bila anak buang air tak teratur menurut dr Ani bisa karena kurang minum air atau terkena diare.

5. Tidur nyenyak

Saat tidur sel-sel akan beregenerasi dan saat itulah proses pertumbuhan terjadi. Anak disarankan oleh dr Ani memperoleh tidur yang nyenyak minimal hingga 8 jam.

"Ya hormon pertumbuhan keluar saat tidur. Kalau kurang tidur juga anaknya akan jadi uring-uringan mengganggu semua aktivitas," ujar dr Ani. (fds/vit)