Kalau Begini Kondisinya, Teman Khayalan Bisa Berpotensi Bahaya bagi Anak

Kalau Begini Kondisinya, Teman Khayalan Bisa Berpotensi Bahaya bagi Anak

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Selasa, 23 Agu 2016 07:03 WIB
Kalau Begini Kondisinya, Teman Khayalan Bisa Berpotensi Bahaya bagi Anak
Foto: Getty Images
Jakarta - Wajar ketika anak memiliki imaginary friend alias teman khayalan. Sebab, pada dasarnya teman khayalan bisa melatih imajinasi anak yang pada akhirnya bisa menambah kreativitasnya.

Seperti penuturan psikolog anak dari TigaGenerasi, Saskhya Aulia Prima, MPsi, imajinasi bermanfaat bagi anak karena dapat mendorong anak untuk melatih kreativitas. Contoh sederhananya, ketika anak menjadikan botol sebagai telepon, maka secara tidak sadar anak sudah menggunakan imajinasinya untuk mengasah kreativitasnya.

Saskhya menambahkan, untuk mengasah kreativitas anak, memang orang tua sebaiknya menyediakan properti yang bisa mendukung anak mengembangkan kreativitasnya. Misalnya saja alat-alat yang dapat dipakai anak untuk melakukan aktivitas tertentu atau bahkan dengan menceritakan berbagai hal pada anak yang bisa memancing imajinasi dan kreativitasnya,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau teman khayalan lebih melatih bagaimana ia berbahasa dan berinteraksi. Karena pada prinsipnya teman khayalan ini kan konsep yang tadinya nggak ada tapi ada. Teman khayalan nggak masalah dimiliki anak selama anak ini sadar bahwa dia sebenarnya hanya pura-pura aja bicara sama si teman," kata Saskhya saat berbincang dengan detikHealth baru-baru ini.

Baca juga: Belum Genap Lima Tahun, Anak Sudah Bisa Depresi Lho

Namun, patut menjadi perhatian jika teman khayalan ini masih 'dimiliki' anak setelah ia berusia di atas 5 tahun. Apalagi, di usia tersebut sebenarnya anak sudah biasa bersosialisasi dengan teman-temannya yang lain. Kemudian, jangan sepelekan ketika teman khayalan membuat fungsi keseharian anak terganggu.

"Pokoknya si teman khayalan ini keberadaannya 'kental' banget. Misal pulang sekolah anak sampai bilang kakinya dipegangin nih sama teman khayalannya. Terus anak yang awalnya happy tahu-tahu jadi sedih dan dia bilang ini karena teman khayalannya," lanjut Saskhya.

Jika seperti itu, bisa dikatakan bahwa teman khayalan yang dimiliki anak adalah teman khayalan yang membahayakan. Untuk itu, orang tua perlu segera mencari bantuan pada profesional. Sebab, adanya teman khayalan yang membahayakan sebenarnya bisa saja menjadi tanda awal adanya masalah pada kondisi psikologi anak.

Baca juga: Batasi Konsumsi Gadget Biar Anak Mau Peduli Perasaan Orang Lain (rdn/vit)

Berita Terkait