Anak Laki-laki Penasaran dengan Hal-hal Berbau Feminin, Apa Sebabnya?

Anak Laki-laki Penasaran dengan Hal-hal Berbau Feminin, Apa Sebabnya?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Senin, 29 Agu 2016 07:31 WIB
Anak Laki-laki Penasaran dengan Hal-hal Berbau Feminin, Apa Sebabnya?
Foto: thinkstock
Jakarta - Umumnya, anak lelaki tertarik dengan hal-hal yang bersifat maskulin. Misalnya saja bidang otomotif, mesin, atau hal-hal lain yang identik dengan laki-laki. Namun, bagaimana jika anak lelaki memiliki ketertarikan terhadap sesuatu yang feminin?

Sebut saja ketika ia melihat video tutorial make up atau menyimpan rasa penasaran terhadap kegiatan lain yang umumnya dilakukan wanita. Menanggapi hal ini, psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi, hal itu bisa saja terjadi karena anak tidak terlalu banyak bergaul dengan teman lelakinya.

"Misalnya anak ini selalu bergaul sama ibunya. Jadinya dia bisa penasaran atau tertarik dengan hal-hal yang sering dilakukan ibunya," kata Ratih saat berbincang dengan detikHealth baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika anak misalnya melihat video tutorial make up, Ratih menyarankan orang tua untuk menanyakan lebih dulu apa hal yang ingin diketahui anak soal tutorial make up itu. Sehingga, jangan langsung mengomeli si anak. Sebab, ketika anak melakukan sesuatu yang berlainan dengan gendernya, menurut Ratih belum tentu menandakan ada masalah pada anak.

"Bisa aja dia cuma pengen tahu. Nah setelah ditanya kenapa anak ingin tahu hal itu, segera kasih tahu dan arahkan. Diedukasi bahwa aktivitas itu untuk anak perempuan kemudian ajak dia melakukan aktivitas lain yang memang umum dilakukan anak laki-laki," tutur pemilik akun twitter @ratihyepe ini.

Baca juga: Anak Laki-Laki Sah-sah Saja Kok Bermain Boneka, Asal...

Beberapa waktu lalu, psikolog anak dan remaja dari RSAB Harapan Kita, Ade Dian Komala MPsi, mengatakan pada anak yang usianya lebih kecil, biasanya memang ada kekaguman dia pada orang lain yang sejenis meskipun usianya tidak melulu sebaya. Tapi, dari perilaku anak, orang tua bisa melihat apakah kekaguman anak masih normal.

"Kita bisa lihat dia ini cuma kagum aja atau memang ada orientasi seks yang bermasalah. Misal anak cowok, dia bilang suka kalau ngeliat temannya yang cowok karena ganteng. Tapi dalam keseharian, dia perilakunya masih cowok banget, itu nggak masalah. Kalau cuma kagum, perilaku dan penampilan dia tetap sesuai gender, " kata Ade.

Pada anak yang bermasalah orientasi seksualnya, bisa terlihat jika si anak memang suka dengan barang-barang berbau perempuan. Dari kartun favoritnya pun mereka senang dengan tokoh yang girly.

Ketika anak memiliki ketertarikan dengan hal-hal yang tak sesuai gendernya, menurut Ade jangan langsung melarang anak dengan mengatakan tidak boleh, karena itu bisa membuatnya trauma. Sebaiknya, beri pengertian pada anak bahwa ada opsi lain yang lebih keren.

Baca juga: Studi: Punya Banyak Anak Laki-laki Bisa Memperpendek Usia Ibu (rdn/vit)

Berita Terkait