Ini Lho Pentingnya Memberikan Mainan Sesuai Usia si Kecil

Ini Lho Pentingnya Memberikan Mainan Sesuai Usia si Kecil

Nurvita Indarini - detikHealth
Sabtu, 01 Okt 2016 12:01 WIB
Ini Lho Pentingnya Memberikan Mainan Sesuai Usia si Kecil
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Anak masih bayi dua bulan, tapi sudah diberi mainan balok susun. Tentu mainan ini belum cocok diberikan. Apa akibatnya memberi mainan yang tidak sesuai dengan usia anak?

"Main itu memunculkan rasa senang dan menjadi sarana anak untuk mengembangkan diri secara optimal di aspek fisik-motorik, sosial-emosional, kognitif dan bahasa," ujar psikolog anak Ajeng Raviandi, MPsi.Psikolog dalam talkshow parenting di Mom and Baby Fair yang digelar di Balai Kartini, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Nah, jika anak diberi mainan untuk usia yang lebih besar, tentu anak tidak siap. Alhasil kemampuan yang diharapkan tidak bisa didapat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misalnya bayi sudah dikasih mainan yang tulisan-tulisan, tentu belum siap. Mungkin lebih baik kalau diberi mainan boneka yang mengeluarkan bunyi-bunyi," imbuh Ajeng.

Anak atau bayi sekalipun akan cenderung melakukan suatu kegiatan yang sama berulang-ulang sebagai bagian dari belajarnya. Dengan mengulang, anak akan lebih pintar melakukan sesuatu. Jadi ketika mereka mendapatkan mainan yang sesuai dengan usia dan perkembangannya, mereka akan lebih maksimal mengasah kemampuannya, lalu mengulang-ulangnya.

Baca juga: Anak Tidak Suka Main Balon Seperti Teman-temannya, Wajar atau Tidak?

Psikolog pendidikan dari Leader Lab, Wikan Putri Larasati, M.Psi.Psikolog di talkshow berbeda mengatakan pemberian mainan yang tidak sesuai dengan usia dan perkembangan juga bisa memicu tantrum pada anak. Ini karena anak merasa terlalu sulit melakukan permainan yang seharusnya dilakukan oleh anak yang usia lebih tua.

"Anak masih dua tahun tapi dikasih mainan untuk anak empat tahun bisa membuatnya frustasi. Orang tua mungkin berpikir dikasih mainan seperti itu agar anaknya lebih pintar, padahal karena nggak bisa memainkan atau menyelesaikannya bisa memincu tantrum," terang Wikan.

Nah, mainan untuk anak pun sebenarnya tidak harus selalu membeli. Misalnya untuk bayi dua bulan, kantung plastik bisa jadi mainan. Anak akan berlatih memegang dan menggenggam, juga merasakan tekstur. Mereka juga bisa melatih indra pendengarannya dengan mendengar suara kantung plastik.

"Bermain yang baik itu yang bisa mendorong tubuhnya berkembang sesuai usia, perkembangan dan karakter anak. Tugas orang tua memilih ativitas terbaik untuk anak," ucap Ajeng.

Video: Bikin Sendiri Lilin Mainan untuk Anak


Baca juga: Mumpung Weekend, 3 Ide Sederhana Ini Bisa Anda Coba untuk Main Bersama Anak

(vit/up)

Berita Terkait