Anya maupun Awkarin (Karin Novilda) memang hanya sebagian kecil dari banyak selebritis remaja yang populer di media sosial. KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) menyebut di media sosial ada konten-konten negatif selain dari keduanya, yang butuh pengawasan.
Psikolog anak dan remaja dari RaQQi Human Development and Learning Center, Ratih Zulhaqqi menyebut ada sisi positif maupun negatif ketika remaja aktif alias eksis di media sosial. Sisi negatifnya adalah ketika para remaja tidak lagi bisa menjaga jarak dengan media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mungkin inilah dialami sejumlah selebritis media sosial, yang akhirnya mengumbar konten-konten vulgar dan sangat personal. Ratih menyebut, pada fase-fase tersebut para remaja juga kehilangan wilayah privasi.
Baca juga: Adakah Dampak Buruk Anak SD Aktif di Medsos? Tanyakan Langsung ke Sini
Namun eksis di media sosial tentunya punya sisi positif bagi perkembangan remaja. Apa sajakah keuntungannya? Dan perlukah orang tua 'kepoin' anaknya di media sosial untuk memantau agar anak remajanya tidak kebablasan?
Dalam video Bincang Sehat berikut ini Ratih akan mengulasnya untuk pembaca detikHealth:
(up/vit)











































