Selasa, 18 Okt 2016 12:04 WIB

Menyikapi si Batita yang Gemar Menanyakan Pertanyaan Sama Berulang-ulang

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Di usia dua tahun, perbendaharaan kata anak makin bertambah. Rasa ingin tahunya pun kian meningkat. Seringkali dia menanyakan aneka pertanyaan pada orang di sekelilingnya. Tapi bagaimana jika dia gemar menanyakan pertanyaan yang sama?

Wikan Putri Larasati, MPsi, Psikolog dari Leader Lab beberapa waktu lalu kepada detikHealth menuturkan di usia 1-3 tahun, biasanya anak-anak sedang semangat-semangatnya melakukan eksplorasi. Dalam mengeksplorasi lingkungannya itu, wajar jika mereka banyak bertanya.

"Bertanya itu karena mereka memang ingin mencari tahu, ingin mendapatkan jawaban, tapi juga bisa jadi itu karena mereka ingin tahu bagaimana respons kita," tutur Wikan di kawasan Balai Kartini, Jakarta, saat itu.

Baca juga: Memahami si Kecil yang Gemar Buka Tutup Pintu Kulkas Berulang Kali

Meskipun anak kerap menanyakan hal yang sama, jangan sampai orang tua lelah dan bosannya. Karena jika orang tua merespons tidak baik, bisa membuat anak kapok dan nantinya malah jadi mematikan rasa ingin tahunya.

"Kalau anak tanya terus jangan lantas bilang 'ih kamu tadi kan sudah tanya, jangan tanya terus'. Lebih baik kalau kita merasa si anak sudah tahu jawabannya kita balik lagi saja bertanya 'menurut adek itu apa ya, warnanya apa ya' dan sebagainya. Jadi nanti anak juga akan terbiasa kritis," papar Wikan.

Lalu bagaimana jika anak bertanya pada saat orang tua sedang menerima telepon atau berbincang dengan orang lain? "Pastikan anak mendapat respons yang tepat. Misal katakan pada anak 'nannti Mama jawab setelah selesai terima telepon ya, sekarang adek main yang lain dulu'," ucap Wikan.

Di tempat yang sama dalam kesempatan berbeda, psikolog Ajeng Raviando menuturkan bisa jadi anak menanyakan pertanyaan yang sama karena orang tuanya tidak fokus saat memberikan jawaban. "Saat menjawab pertanyaan bisa jadi tidak melihat ke arah anak, sibuk dengan gadgetnya atau hal lain. Sebaiknya upayakan ada kontak mata," saran Ajeng.

Baca juga: Mana yang Lebih Baik untuk Anak, Eksplorasi Langsung atau Eksplorasi Digital?

(vit/up)