Celoteh Pelajar SMA Batam Soal Kampanye HIV-AIDS

Celoteh Pelajar SMA Batam Soal Kampanye HIV-AIDS

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kamis, 20 Okt 2016 09:05 WIB
Celoteh Pelajar SMA Batam Soal Kampanye HIV-AIDS
Duta HIV Pelajar Batam (Foto: Reza/detikHealth)
Batam - Remaja usia sekolah menjadi salah satu target utama kampanye HIV-AIDS karena kurangnya pemahaman dan pengetahuan. Bahkan, data Riset Kesehatan Dasar 2013 menyebut hanya 11,4 persen remaja yang memiliki pengetahuan dasar soal HIV-AIDS.

Dalam acara Kampanye Peduli HIV-AIDS Bagi Pelajar SMA dan Sederajat di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (19/10/2016) kemarin, detikHealth berkesempatan mewawancarai beberapa pelajar SMA yang hadir. Lalu, apa saja celoteh mereka?

Aldi Arpansa (15), siswa kelas X SMAN 15, mengaku sudah sering mendengar soal bahaya penyakit HIV-AIDS. Ia mengatakan salah satu faktor risiko terbesar tertular HIV adalah perilaku berisiko yang dimulai dari gaya hidup tak sehat seperti minum alkohol, menyalahgunakan narkoba hingga seks berisiko.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Studi Sebut di Amerika, Warna Kulit Remaja Pengaruhi Perilaku Seks Berisiko

"Letak geografis Batam ini dekat dengan negara luar seperti Malaysia dan Singapura. Bisa dibilang kalau gaya hidup negara luar ini ada yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia dan ada pengaruhnya," tuturnya.

Sementara itu, Raden Akbar Ramadhan Amiarsa (16), siswa kelas XI SMA Kartini, mengatakan salah satu alasan ia mengikuti kegiatan kampanye peduli HIV-AIDS adalah untuk menghilangkan stigma negatif pada pengidap HIV. Akbar merupakan salah satu dari 200 siswa di Kota Batam yang terpilih menjadi duta HIV pelajar.

Menurutnya, stigma negatif yang berlebihan terhadap pasien HIV membuat para pasien sulit berkembang. Di satu sisi mereka malu untuk keluar rumah tapi di sisi lain juga mendapat perlakuan tidak adil di masyarakat.

"Jadi kalau pasien HIV jangan dijauhi tetapi kita harus kawal. Jangan sampai dia nanti terkucilkan dan malah tidak tertolong karena tidak mau berobat," ungkapnya.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, dr HM Subuh, sebelumnya menyebut remaja harus memiliki pengetahuan HIV secara komprehensif.
Dijelaskan dr Subuh, pengetahuan komprehensif meliputi pengetahuan soal penularan, pencegahan, faktor risiko serta pengobatan HIV-AIDS.

Ia mengatakan memiliki pengetahuan komprehensif merupakan langkah awal untuk menghilangkan stigma negatif terhadap orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di kalangan pelajar. Dengan mengetahui bagaimana cara penularan, maka upaya pencegahan bisa dilakukan sekaligus menghilangkan stigma.

Baca juga: Pemahaman Rendah, Remaja Usia Sekolah Jadi Target Utama Kampanye HIV-AIDS (mrs/up)

Berita Terkait