Jumat, 04 Nov 2016 18:42 WIB

Mengembangkan Kecerdasan Anak Bisa Dilakukan dengan Cara Sesimpel Ini

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Penting bagi orang tua untuk mengetahui kecerdasan anaknya. Dengan demikian, stimulasi pengembangannya bisa dilakukan optimal. Nah, cara mengembangkan kecerdasan anak bisa dilakukan dengan cara yang simpel lho.

"Contohnya ke supermarket dan mengasah number smart itu bisa dengan melihat dan menghitung susunan barang di supermarket," ujar dr Andyda Meliala, parenting educator dalam acara Parenting Club yang digagas Wyeth Nutrition bertema 'Stimulasi Personal adalah Kunci untuk Mengoptimalkan Kepintaran si Kecil' di The Terrace Restaurant, Senayan National Golf Club, Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/11/2016).

Sementara untuk kecerdasan di musik, maka stimulasi yang diberikan bisa dengan bernyanyi. Orang tua bisa mengajak anak bernyanyi bersama.

Kegiatan bercerita juga bisa menjadi hal simpel untuk mengembangkan kecerdasan anak. Dengan bercerita, maka anak dapat mengembangan imajinasinya. Tak cuma itu konsep bahasanya pun terasah. Dari bercerita, kemampuan sosial secara emosional pun terbentuk. Melalui kegiatan bercerita itu orang tua bisa menanamkan pemahaman yang positif kepada anak.

Nah stimulasi kecerdasan anak hendaknya disesuaikan dengan karakter kecerdasannya. Karakter kecerdasan seseorang ada 8 jenis, yaitu word smart, number smart, picture smart, music smart, body smart, people smart, self smart, dan nature smart.

Untuk mengetahui karakter kecerdasan anak, dr Thomas Armstrong, pakar multiple intelligence, menyebut orang tua hanya perlu menjawab pertanyaan seputar anak yang telah dirancang sendiri oleh dr Arsmtrong.

Baca juga: Ada 8 Karakter Kecerdasan, Termasuk yang Mana Anak Anda?

"Sangat sederhana terdiri dari 40 soal. Ini dirancang agar orang tua dapat mengetahui dan mengenali sehingga bisa menggambarkan kecerdasan anak di masa tersebut," tutur dr Arsmtrong.

dr Andyda menambahkan cara lain untuk mengetahui kecerdasan anak adalah dengan melihat tingkah laku. Ia mencontohkan ketika anak diberikan suara musik apakah anak akan bergoyang atau tidak.

"Kalau anak bergoyang artinya anak music smart. Nah, ketika orang tua udah tau anak kecerdasannya di situ maka harus lakukan stimulasi agar bisa berkembang kuat di otak," ucap dr Andyda.

Terkait stimulasi kecerdasan, menurut dr Andyda tidak ada kata terlambat. Sebab karakter otak selalu berubah, tergantung apa yang dilakukan dan dipikirkan oleh anak.

dr Andyda juga memberi contoh, anak yang sudah berusia 7 tahun dan diberikan stimulasi maka kemampuannya akan berkembang. Pada usia tersebut cara memberikan stimulasi hanya perlu konsisten dan tidak perlu berlama-lama.

"Konsisten ideal 15-20 menit dalam sehari dan bisa dilakukan di semua tempat," sambung dr Andyda.

Mengenai hasil yang akan terlihat, dr Andyda mengatakan anak dengan usia balita akan lebih mudah terlihat hasilnya dibandingkan dengan anak yang sudah besar. Karena di usia dini anak masih memiliki kecepatan pertumbuhan sel-sel otak sekitar 700 sambungan per detik.

Baca juga: Simpel, Merangsang Kecerdasan Anak Bisa Dilakukan dengan Bercerita

(vit/vit)