Rabu, 09 Nov 2016 13:04 WIB

Setelah Mengalami Kecelakaan, 30 Persen Anak Bisa Terkena PTSD

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Ketika seseorang mengalami peristiwa bencana psikososial yang traumatis, dirinya bisa terserang kondisi gangguan mental Post-traumatic syndrome disorder (PTSD). Gejalanya dapat berupa kilas balik ingatan, mimpi buruk, perasaan cemas parah, serta pikiran yang tak terkendali tentang peristiwa tersebut.

Untuk diketahui PTSD dapat menyerang siapa saja tak terkecuali pada anak-anak. Studi terbaru melihat PTSD ini bisa muncul khususnya ketika anak alami kecelakaan lalu lintas.

Baca juga: Bukan Cuma Tentara, Ibu yang Keguguran Juga Rentan Gangguan Mental PTSD

Peneliti di University of East Anglia, Inggris, menemukan setelah kecelakaan PTSD bisa terjadi pada sekitar 10 hingga 30 persen anak usia delapan tahun ke atas. Hal ini diketahui setelah peneliti menganalisa data dari 71 keluarga yang dilaporkan alami kecelakaan pada tahun 2004-2005.

"Apa yang hasil studi ini tekankan adalah kita harus menghadapi secara serius anak yang mengalami peristiwa semacam ini. Pada beberapa kasus reaksi (PTSD -red) pada anak dapat bertahan hingga bertahun-tahun," kata pemimpin studi Dr Richard Meiser-Stedman seperti dikutip dari Reuters, Rabu (9/11/2016).

Dalam studi ada anak yang alami PTSD hingga mingguan, bulanan, dan bahkan setelah tiga tahun kemudian.

Dipublikasi dalam jurnal Clinical Psychiatry, studi menemukan juga bahwa tak semua orang tua menyadari gejala PTSD pada anak. Alasannya karena seperti pada penyakit gangguan mental lain, PTSD adalah sesuatu yang personal sehingga anak mungkin kesulitan menggambarkan pikiran dan perasaannya.

Baca juga: Anak Mudah Trauma? Mungkin karena Jadi Korban Bullying (fds/vit)