ADVERTISEMENT

Sabtu, 12 Nov 2016 15:15 WIB

Pneumonia dan Diare, Ancaman Terburuk Kesehatan Anak

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Di antara sekian banyak penyakit yang bisa menyerang anak-anak, ternyata ada dua penyakit yang paling banyak menjatuhkan korban. Ironisnya, kedua penyakit ini dapat dicegah dan disembuhkan.

Adalah pneumonia dan diare. Menurut laporan terbaru dari UNICEF, kedua penyakit ini telah mengakibatkan kematian anak terbesar di seluruh dunia. Tercatat pneumonia dan diare 'membunuh' 1,4 juta anak tiap tahunnya, utamanya anak-anak di negara berpendapatan rendah dan menengah.

Angka kematian akibat pneumonia dan diare di negara berpendapatan rendah dan sedang juga mencapai 90 persen, kendati jumlah anak di bawah umur lima tahun yang ada di negara-negara tersebut hanyalah sebanyak 62 persen.

"Yang tidak masuk akal adalah penyakit-penyakit ini menghabiskan dana relatif untuk pengobatannya, tetapi seringkali tidak ter-cover oleh investasi kesehatan global," tutur Fatoumata Ndiaye, deputi UNICEF seperti dilaporkan ABC News.

Ndiaye berharap dengan adanya laporan ini, diharapkan kesadaran untuk melakukan intervensi, baik untuk upaya preventif maupun pengobatan akan ditingkatkan, demi menyelamatkan nyawa anak-anak di seluruh dunia.

Baca juga: Waspada Pneumonia, Si Pembunuh Bayi dan Balita di Indonesia

Ndiaye kemudian menyorot pneumonia yang tengah 'naik daun' akibat polusi udara yang sedang memburuk di berbagai kawasan dewasa ini. Dibanding diare, angka kematian pada anak berusia di bawah lima tahun akibat pneumonia memang lebih tinggi.

Bahkan pneumonia dilaporkan bertanggung jawab terhadap kematian hampir satu juta anak di tahun 2015, melebihi malaria, tuberkulosis, campak dan AIDS yang digabung menjadi satu.

UNICEF juga membuktikan bahwa hampir separuh kematian anak akibat pneumonia erat kaitannya dengan polusi udara. Apalagi dua miliar anak di dunia tinggal di kawasan yang kondisi udaranya melebihi standar sehat dunia.

Baca juga: Jangan Sepelekan, Ini Alasannya Campak Masih Jadi Ancaman Anak-anak di Dunia

Jangankan anak-anak, orang dewasa juga terancam kesehatannya akibat polusi udara. Juni lalu, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memprediksi, bila polusi udara tak segera tertangani maka ini akan mengakibatkan 6-9 juta kasus kematian dini di tahun 2060 dengan jumlah tertinggi kemungkinan terjadi di Asia.

"Peningkatan risiko kematian akibat polusi udara yang tertinggi diperkirakan terjadi di India, China, Korea dan Asia Tengah seperti Uzbekistan, terutama karena padat penduduk dan konsentrasi partikulat PM 2.5-nya tinggi," tulis laporan tersebut. (lll/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT