Minggu, 13 Nov 2016 07:34 WIB

Remaja Diet Ketat Demi Tubuh Seperti Barbie? Hati-hati Malnutrisi Ya

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Agar punya tubuh seperti Barbie yang super ramping terkadang remaja sampai rela diet ketat. Padahal diet ketat yang tidak seimbang berisiko malnutrisi.

"Hati-hati bila remaja melakukan diet ketat yang berisiko malnutrisi. Sebab asupan nutrisi jadi tidak mencukupi kebutuhan tubuh," ujar spesialis gizi klinis, dr Fiastuti Witjaksono, SpGK dari RS MRCCC (Siloam Semanggi) di sela-sela konferensi pers 150 Tahun Nestle di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (12/11/2016).

Beberapa kali dr Fiastuti menjumpai remaja yang ingin badannya seperti sang idola dan akhirnya membuat yang bersangkutan mengalami aneka gangguan makan seperti anoreksia nervosa, bulimia nervosa dan binge eating disorders.

"Sering kali ada yang ingin tulangnya kelihatan semua, padahal kalau tulang-tu;angnya menonjol semua itu nggak sehat. Ada juga yang tulangnya sudah menonjol semua tapi merasa masih gemuk, jadinya kalau makan terus dimuntahin. Ini bisa malnutrisi," lanjutnya.

Baca juga: Kisah Gadis yang Cuma Makan Keju dan Minum Ala Kadarnya karena Fobia Muntah

Masa remaja, imbuh dr Fias, merupakan pertumbuhan cepat kedua. Karena itu perlu kecukupan energi. Protein yang diasup perlu 0,8-1,2 kg/BB/hari.

"Jadi remaja jangan diet tanpa lemak ya. Karena lemak yang cukup itu penting sebagai bahan baku pembentukan hormon reproduksi," saran dr Fias.

Lemak merupakan zat yang kaya energi. Komponen lemak tidak bisa larut dalam air biasa. Nah, salah satu sub bagian dari lemak adalah kolesterol. Kolesterol diartikan juga sebagai senyawa lemak yang kompleks. Karena tidak larut dalam air, maka untuk bisa dibawa melalui aliran darah, ia harus membentuk suatu struktur yang disebut lipoprotein.

Untuk diketahui, rata-rata manusia membutuhkan 1.100 miligram kolesterol per hari. Pada kebanyakan orang, liver biasanya memproduksi sekitar 70-75 persen kolesterol dalam darah, sedangkan sisanya dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Selain itu remaja juga oerlu kalsium untuk pertumbuhan tulang. Untuk remaja perempuan perlu mendapat asupan yang kaya zat besi dan asam folat sebagai persiapan untuk hamil.

"Hindari makanan tinggi lemak jenuh, tinggi garam dan tinggi gula, serta karbohidrat refined," kata dokter berkacamata ini.

Baca juga: Idap Anoreksia Saat Remaja, Wanita Ini 10 Kali Bolak-balik Masuk Rumah Sakit

(vit/vit)