Ayah dan Ibu Harus Tahu, Tidur Seenaknya Bisa Picu Kegemukan pada Anak

Ayah dan Ibu Harus Tahu, Tidur Seenaknya Bisa Picu Kegemukan pada Anak

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 14 Nov 2016 10:47 WIB
Ayah dan Ibu Harus Tahu, Tidur Seenaknya Bisa Picu Kegemukan pada Anak
Foto: Dok. time4sleep
Jakarta - Gemuk tak selalu berarti lucu atau imut. Selain itu, ada beberapa kebiasaan dalam keluarga yang ternyata berdampak besar pada risiko obesitas anak, namun banyak orang tua yang tak menyadarinya.

Setidaknya menurut penelitian terbaru dari University of College London, anak yang tidak tidur di jam yang sama setiap harinya berisiko 50 persen lebih besar untuk mengalami kegemukan maupun obesitas.

Peneliti memastikan temuan ini dengan melakukan pengamatan terhadap anak-anak yang lahir dari 19.244 keluarga di Inggris dalam kurun September 2000-Januari 2002. Peneliti juga mengumpulkan data tinggi dan berat anak ketika usianya mencapai 3, 5, 7 dan 11 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ternyata 13,1 persen anak mengalami kenaikan BMI (indeks massa tubuh) yang cukup tinggi, sedangkan 2,5 persen mengalami kenaikan BMI yang pesat.

Menurut peneliti, ketika jam tidur si anak berubah-ubah, maka ia akan mengalami semacam jetlag. Hal ini memicu penurunan hormon leptin yang berperan mengatur selera makan. Demikian seperti dilaporkan Daily Mail.

"Jam tidur yang tak pernah sama tadi memicu peningkatan selera makan serta konsumsi makanan yang padat energi, namun kurang nutrisi," jelas Yvonne Kelly, ketua tim peneliti.

Menariknya, peneliti juga mengatakan konsumsi minuman berpemanis buatan dan kebiasaan menonton televisi bukanlah pemicu utama kegemukan pada anak. Hal ini karena efeknya terhadap pengaturan hormon yang berkaitan dengan berat badan pada anak tidak sebesar kurang tidur.

Baca juga: Ingat Lho, Anak Obesitas Itu Bukan Berarti Terpenuhi Semua Gizinya

Kelly juga menyadari bahwa banyak orang tua yang membiarkan anak memilih jam tidur mereka sendiri atau membiarkan mereka terjaga hingga larut malam karena ritme kehidupan modern yang cenderung cepat. "Biasanya orang tua yang pulang malam ingin melihat anaknya dulu sebelum tidur, padahal ini tidak benar," imbuh Kelly.

Tak hanya kebiasaan tidur, Kelly juga menemukan bahwa dampak serupa juga dirasakan anak jika ia terbiasa melewatkan sarapan, dan memiliki ibu yang merokok ketika mengandung.

Bahkan pada kasus di mana ibu si anak merokok selama mengandung, risiko obesitas anaknya juga semakin tinggi melebihi anak yang hanya melewatkan sarapan dan kurang tidur.

Baca juga: Hadapi Perubahan Pola Tidur, Fresh Graduate Sulit Efektif Bekerja (lll/vit)

Berita Terkait