Jumat, 18 Nov 2016 16:30 WIB

Ketika Anak Tak Kunjung Sembuh dari Batuk Pilek, Ini Kata Dokter

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Batuk dan pilek pada anak biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Namun ada kalanya dua kondisi ini tak kunjung sembuh dalam waktu yang cukup lama. Jika demikian, apa yang bisa dilakukan orang tua?

Disampaikan oleh dr Cissy B. Kartasasmita, SpA(K), saat anak pilek dan tak sembuh-sembuh, langkah pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah mencari kemungkinan apakah pilek anak disebabkan oleh alergi. Jika diketahui pemicu alerginya, maka pilek bisa diatasi.

"Pilek biasa akibat virus itu biasanya tiga sampai lima hari akan hilang dengan sendirinya. Tentu ini jika daya tahan tubuh anak bagus ya. Jika daya tahan tubuh anak sedang tidak bagus, bisa lebih lama lagi, bisa sampai dua minggu," ujar dr Cissy kepada detikHealth.

Jika pilek terjadi lebih dari jangka waktu tersebut, maka perlu dicari tahu apakah pilek berkepanjangan ini adalah akibat dari faktor lain. Misalnya akibat rinitis alergi.

Baca juga: Langkah Tepat Agar Anak Terhindari dari Risiko Pneumonia

"Ini pilek karena alergi dan harus minum obat. Alerginya apa kan belum tahu, makanya harus dicek ke dokter. Umumnya sih alergi udara," imbuh dokter spesialis anak dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran tersebut.

Untuk batuk yang tak kunjung sembuh alias kronik dan berulang, umumnya terjadi sebanyak lebih dari tiga kali dalam dua bulan. Batuk berkepanjangan menurut dr Cissy tak bisa diabaikan dan perlu dicari tahu segera penyebabnya. Apakah karena alergi atau mungkin tuberkulosis atau TB.

"Batuk lama tidak sembuh dan makin mengganggu, lalu demam lebih dari dua sampai tiga pekan tanpa tahu penyebabnya, ada kelenjar-kelenjar, berat badan tidak naik padahal asupan gizinya sudah baik, ini berarti ada sesuatu. Tanda seperti ini biasanya menjurus ke TB, harus dicek," tutur dr Cissy.

Batuk biasa akibat virus biasanya bisa hilang dengan sendirinya, terutama jika daya tahan tubuh anak diperkuat dengan asupan nutrisi yang baik. Untuk anak berusia di bawah enam bulan, imun bisa ditingkatkan dengan pemberian air susu ibu (ASI) yang banyak. Sementara untuk anak yang lebih dewasa, pemberian air putih yang cukup bisa dilakukan.

"Cairan yang cukup ini salah satunya supaya lendir tidak mengental. Lendir itu normal ada, tapi kalau lendirnya kental itu dianggap tubuh sebagai benda asing dan pasti akan dikeluarkan terus," tutupnya.

Baca juga: Waspada, Penularan Pneumonia ke Anak Dapat Terjadi Saat Batuk dan Bersin

(ajg/vit)