Minggu, 20 Nov 2016 11:02 WIB

Retinoblastoma, Kanker pada Anak yang Paling Bisa Dideteksi Dini

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Ilustrasi mata anak (Foto: The New Zealand Herald) Ilustrasi mata anak (Foto: The New Zealand Herald)
Jakarta - Kanker pada anak memang belum bisa dicegah, nah dengan deteksi dini kanker pada anak bisa disembuhkan lebih cepat. Namun hingga saat ini hanya satu jenis kanker pada anak yang bisa dideteksi dini.

dr Edi Setiawan Tehuteru SpA(K), MHA, IBCLC dalam buku 'Waspada & Kenali Kanker Pada Anak Sejak Dini' menuliskan deteksi dini merupakan upaya untuk dapat menemukan kanker pada stadium awal. Karena jika kanker diketahui lebih awal maka kemungkinan seseorang untuk sembuh akan lebih besar daripada kanker yang ditemukan pada stadium lanjut.

"Terus terang dan harus diakui bahwa hingga kini dari sekian banyak kanker yang ditemui pada anak, baru satu jenis yang dapat dideteksi secara dini yaitu kanker bola mata atau retinoblastoma," ucap dr Edi dalam bukunya.

Baca juga: Waspadai Leukemia dan Retinoblastoma Pada Anak

Deteksi dini retinoblastoma dinamakan 'lihat merah'. Menurut dr Edi, pemeriksaannya dapat dilakukan oleh seorang tenaga kesehatan yang telah dilatih sebelumnya menggunakan alat yang disebut ophthalmoscope.

Cara penggunaan alat ophthalmoscope pun sangat sederhana karena berbentuk seperti senter. Tenaga medis hanya perlu mengarahkan sinar dari alat ophthalmoscope pada mata anak. Jika mata anak normal maka akan terlihat warna merah, sedangkan jika di mata anak tidak terlihat warna merah maka bisa dicurigai anak memiliki masalah pada matanya.

"Tapi kalau mata anak juling penilaian deteksi dini bisa menurun. Maka Sebaiknya periksa mata anak sebelummnya sebelum menggunakan alat ophthalmoscope di fasilitas kesehatan apakah memang juling atau tidak," imbuh dr Edi yang juga bekerja di bangsal anak RS Kanker Dharmais.

Baca juga: Mata Anak Seperti Mata Kucing? Waspadai Retinoblastoma

Retinoblastoma merupakan tumor ganas di dalam mata yang paling sering terjadi pada anak di bawah usia lima tahun. Menurut Agus Supartoto, dokter dari departemen Optalmologi Fakultas Kesehatan UGM-RSUP Dr Sardjito, gejala paling khas dari retinoblastoma adalah leucocoria.

Leucocoria atau mata kucing adalah refleks kekuningan pada pupil yang tampak kentara ketika mata disinari dengan senter. Pada malam hari, akan terlihat pembuluh darah di atas massa yang berwarna kuning. Sayangnya, meski mudah dideteksi, mata kucing menandakan stadium yang telah lanjut.

Simtom lain yang juga banyak dijumpai adalah mata juling atau strabismus dan terlihatnya manik putih pada mata. Jika anak mengalami perdarahan di mata tiba-tiba, radang bernanah, dan katarak maka ini merupakan simtom awal dari kanker mata. (up/vit)