Selasa, 22 Nov 2016 11:04 WIB

Bobot yang Naik Drastis Saat Puber Bisa Bahayakan Jantung

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Apa yang terjadi di masa puber ternyata menentukan kondisi kesehatan seseorang di kemudian hari, utamanya pada anak laki-laki. Sebuah penelitian terbaru mengatakan, bobot yang naik drastis di masa puber menambah risiko penyakit jantung bagi mereka.

Fakta ini diungkap setelah peneliti dari University of Gothenburg, Swedia melakukan pengamatan terhadap lebih dari 37.600 pria yang lahir dalam kurun tahun 1945-1961.

Perubahan BMI (indeks massa tubuh) mereka selama puber juga dihitung dengan menggunakan indikator tinggi dan berat badan saat menginjak usia 8 dan 20 tahun.

Ternyata mereka yang mengalami kenaikan BMI hingga tujuh unit selama masa puber dianggap yang paling rentan.

Sebab setelah kenaikan drastis ini, mereka dihadapkan pada risiko kematian dini akibat penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke hingga sebesar 22 persen untuk tiap unit tambahan.

Namun peneliti menekankan, risiko semacam ini hanya dihadapi oleh anak laki-laki, tetapi tidak pada anak perempuan. "Risiko yang sama tidak ditemukan pada anak laki-laki berusia 8 tahun yang BMI-nya sudah tinggi atau tidak mengalami perubahan signifikan selama pubertas," ungkap peneliti, Jenny Kindblom seperti dilaporkan Science Daily.

Kendati demikian, peneliti meminta agar BMI pada anak dipantau dengan seksama untuk mencegah munculnya risiko penyakit jantung di masa yang akan datang.

Baca juga: Kalori Tak Terbakar Saat Tidur Diduga Picu Peningkatan Obesitas pada Remaja

Di sisi lain, sebuah riset dari University of Cambridge menyebut, ada beberapa kondisi kesehatan yang berkaitan dengan cepat tidaknya seseorang menginjak masa puber, yaitu sedikitnya ada 48 kondisi.

Namun dari sekian banyak kondisi tersebut, penyakit yang paling kuat kaitannya dengan pubertas dini adalah diabetes tipe 2. Bahkan data menunjukkan ada peningkatan risiko diabetes hingga 50 persen pada mereka yang mengalami pubertas dini.

Padahal Anda perlu tahu bahwa obesitas dan diabetes tipe 2 merupakan satu dari serangkaian faktor risiko utama dari penyakit jantung dan stroke, di samping tekanan darah dan kolesterol tinggi, konsumsi rokok, serta kurangnya aktivitas fisik.

Baca juga: Kebiasaan Makan Daging Picu Menstruasi Pertama yang Lebih Cepat (lll/vit)