Beda Umur, Beda Pula Tambahan Nutrisi yang Dibutuhkan Anak

Laporan dari Singapura

Beda Umur, Beda Pula Tambahan Nutrisi yang Dibutuhkan Anak

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kamis, 24 Nov 2016 16:04 WIB
Beda Umur, Beda Pula Tambahan Nutrisi yang Dibutuhkan Anak
Foto: Thinkstock
Singapura - Sumber gizi dan nutrisi anak yang utama adalah makanan sehari-hari. Dengan menerapkan pola gizi seimbang yang cukup serat, karbohidrat, protein dan mineral, anak sejatinya tidak butuh pelengkap nutrisi tambahan seperti susu.

Namun tidak semua anak bisa memiliki makanan dengan pola gizi seimbang. Keadaan lingkungan, budaya keluarga hingga kondisi ekonomi berbeda-beda membuat adanya batasan-batasan dalam penerapan pola gizi seimbang pada anak.

Hal ini menyebabkan anak memiliki kekurangan nutrisi berbeda-beda sesuai dengan umurnya. Oi Po Leong, R&D Director Danone Nutricia Early Life Nutrition Indonesia, mengatakan perbedaan kekurangan nutrisi pada anak menjadi alasan produk susu dikategorikan sesuai umur, misalnya untuk kebutuhan anak di atas usia satu tahun, tiga tahun ataupun 5 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena kebutuhannya berbeda-beda. Kalau untuk di bawah satu tahun tentu saja kami sangat mendukung pemberian air susu ibu," tutur Oi Po kepada wartawan dalam kunjungan ke Nutricia Research Center Singapura, baru-baru ini.

Oi Po mengatakan sejatinya setiap produk susu memiliki kandungan inti yang sama, yakni karbohidrat, protein dan mineral. Namun setiap produk memiliki penambahan nutrisi yang berbeda sesuai kategori umur dan kebutuhannya.

Baca juga: Agar Anak Tak Kegemukan, Berikan Susu Hanya Sesuai Kebutuhan

Misalnya produk susu untuk usia satu tahun hingga dua tahun akan lebih banyak mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk tumbuh kembang otak seperti omega-3, AHA dan DHA. Hal ini berdasarkan studi di mana 1.000 hari pertama kehidupan merupakan momen pembentukan 98 persen otak anak.

Selain Omega-3, AHA dan DHA, produk susu untuk anak satu tahun ke atas juga tinggi kandungan zinc dan zat besi. Berdasarkan studi, anak usia satu tahun berisiko besar kekurangan zinc dan zat besi karena ASI tidak memiliki zinc dan zat besi dalam jumlah besar.

Ketika anak sudah agak sedikit besar, usia tiga tahun ke atas misalnya, anak membutuhkan kalsium untuk mendukung pertumbuhan tulang. Karena itu produk susu untuk anak usia di atas 3 tahun lebih fokus untuk mendukung perkembangan tubuh anak.

Secara teori, kebutuhan susu anak dipengaruhi oleh berat badan, terutama untuk anak yang berusia di bawah satu tahun karena susu merupakan sumber gizi utama. Tapi untuk anak usia di atas satu tahun, rata-rata kebutuhan susu anak adalah 500-600 cc.

"Kalau bayi kan memang hanya susu saja ya ASI ekslusif sampai 6 bulan. Kalau sudah di atas 6 bulan dan sudah MPASI rumusnya berat badan anak dikali 170 cc. Nah, kalau anak sudah agak besar biasanya kebutuhannya sudah berkurang, hanya 500-600 cc karena sudah bisa makan makanan padat, jangan hanya susu atau makanan lembut terus," ungkap dr Frieda Handayani Kawanto, SpA(K), beberapa waktu lalu.

Baca juga: Ini Alasannya Mengapa Bayi Prematur Butuh Asupan ASI yang Cukup

(mrs/vit)

Berita Terkait