Namun tidak semua anak bisa memiliki makanan dengan pola gizi seimbang. Keadaan lingkungan, budaya keluarga hingga kondisi ekonomi berbeda-beda membuat adanya batasan-batasan dalam penerapan pola gizi seimbang pada anak.
Hal ini menyebabkan anak memiliki kekurangan nutrisi berbeda-beda sesuai dengan umurnya. Oi Po Leong, R&D Director Danone Nutricia Early Life Nutrition Indonesia, mengatakan perbedaan kekurangan nutrisi pada anak menjadi alasan produk susu dikategorikan sesuai umur, misalnya untuk kebutuhan anak di atas usia satu tahun, tiga tahun ataupun 5 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oi Po mengatakan sejatinya setiap produk susu memiliki kandungan inti yang sama, yakni karbohidrat, protein dan mineral. Namun setiap produk memiliki penambahan nutrisi yang berbeda sesuai kategori umur dan kebutuhannya.
Baca juga: Agar Anak Tak Kegemukan, Berikan Susu Hanya Sesuai Kebutuhan
Misalnya produk susu untuk usia satu tahun hingga dua tahun akan lebih banyak mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk tumbuh kembang otak seperti omega-3, AHA dan DHA. Hal ini berdasarkan studi di mana 1.000 hari pertama kehidupan merupakan momen pembentukan 98 persen otak anak.
Selain Omega-3, AHA dan DHA, produk susu untuk anak satu tahun ke atas juga tinggi kandungan zinc dan zat besi. Berdasarkan studi, anak usia satu tahun berisiko besar kekurangan zinc dan zat besi karena ASI tidak memiliki zinc dan zat besi dalam jumlah besar.
Ketika anak sudah agak sedikit besar, usia tiga tahun ke atas misalnya, anak membutuhkan kalsium untuk mendukung pertumbuhan tulang. Karena itu produk susu untuk anak usia di atas 3 tahun lebih fokus untuk mendukung perkembangan tubuh anak.
Secara teori, kebutuhan susu anak dipengaruhi oleh berat badan, terutama untuk anak yang berusia di bawah satu tahun karena susu merupakan sumber gizi utama. Tapi untuk anak usia di atas satu tahun, rata-rata kebutuhan susu anak adalah 500-600 cc.
"Kalau bayi kan memang hanya susu saja ya ASI ekslusif sampai 6 bulan. Kalau sudah di atas 6 bulan dan sudah MPASI rumusnya berat badan anak dikali 170 cc. Nah, kalau anak sudah agak besar biasanya kebutuhannya sudah berkurang, hanya 500-600 cc karena sudah bisa makan makanan padat, jangan hanya susu atau makanan lembut terus," ungkap dr Frieda Handayani Kawanto, SpA(K), beberapa waktu lalu.
Baca juga: Ini Alasannya Mengapa Bayi Prematur Butuh Asupan ASI yang Cukup
(mrs/vit)











































