Sabtu, 26 Nov 2016 06:43 WIB

Pesan Dokter Agar si Kecil Tidak Kesulitan Belajar Berjalan

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Ilustrasi belajar berjalan (Foto: thinkstock)
Jakarta - Ketika tidak ada masalah dengan fisiknya, umumnya usia satu tahun bayi mulai berjalan. Namun dalam beberapa kasus meski usianya sudah lebih dari setahun, anak enggan atau sulit belajar berjalan.

Terkait hal ini, dokter punya pesan bagi para orang tua. "Anak yang sulit berjalan bisa karena macam-macam, seperti pengaruh masa kecil. Misalnya anak sering digendong terus sama neneknya atau pengasuhnya karena kalau ditaruh rewel, nah itu bisa memperlambat perkembangannya," tutur dr Maria Eka Dana SpKFR dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading.

Hal tersebut ia sampaikan di sela-sela seminar kesehatan 'Hari Disabilitas Internasional 2016' di Gedung Prof Sujudi, Kementerian Kesehatan RI, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Menurut dokter yang akrab disapa dr Dana, meski anak enggan ataupun sulit belajar berjalan, orang tua jangan putus asa. Tetaplah melatih anak untuk percaya diri melangkah. Kata dr Dana, latihan yang diperlukan sederhana, yaitu meletakkan anak di lantai dan gendonglah anak seperlunya saja.

"Anak ditaruh di mana saja biar belajar sendiri, bisa juga diberi rangsangan, misalnya dikasi mainan biar anak bergerak meraih. Kalau anak nggak bisa berdiri sendiri kita miring-miringinlah bantu," imbuh dr Dana.

Baca juga: 5 Jenis Gangguan Perkembangan pada Anak

"Nah yang perlu dicurigai itu kalau anak kalau baru belajar duduk di umur 9-10 bulan atau baru belum berdiri di umur 1 tahun, itu perlu dicurigai. Mungkin aja terjadi gangguan atau kesulitan perkembangan," sambung dr Dana.

Psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, MPsi, dari RaQQi - Human Development & Learning Centre beberapa waktu lalu mengatakan kepada detikHealth cara membedakan anak yang memiliki kelainan perkembangan dengan anak yang hanya malas. Cara membedakannya adalah pada anak yang malas, ia setidaknya pernah melakukan hal yang seharusnya bisa ia lakukan tersebut meski beberapa kali saja.

"Untuk membedakan anak memang nggak bisa atau dia bisa tapi cuma malas aja, Kita akan pantau dulu anaknya. Kalau anak malas itu gerakannya kadang konsisten lambat kadang cepat, sedangkan anak yang memang ada masalah dia akan konsisten lambat," imbuh Ratih.

Baca juga: Tanda-tanda Gangguan Sensorik pada Anak (vit/vit)