Senin, 28 Nov 2016 13:25 WIB

Begini Cara Deteksi Dini Anak Mengalami Gangguan Pendengaran

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Disabilitas adalah keterbatasan diri dari berbagai hal, salah satunya pendengaran. Gangguan pendengaran ini bisa terjadi karena berbagai sebab, salah satunya bawaan lahir. Nah untuk mengantisipasinya, orang tua bisa melakukan deteksi dini.

Menurut dr Maria Eka Dana SpKFR dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, gangguan pendengaran dapat terjadi karena kelahiran prematur dan kelainan darah. Sehingga dr Dana menyarankan orang tua melakukan deteksi dini gangguan tersebut.

"Biar orang tua lebih waspada bisa lakukan deteksi dini. Untuk gangguan pendengaran, anak bisa diberikan mainan bunyi-bunyian dan lihat apakah anak merespons atau nggak. Karena kalau ada bunyi pasti anak kaget atau anak dipanggil pasti nengok," tutur dokter yang akrab disapa dr Dana ini.

Hal tersebut ia sampaikan dalam seminar kesehatan 'Hari Disabilitas Internasional 2016' di Gedung Prof Sujudi, Kementerian Kesehatan RI, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan,baru-baru ini. Untuk itu ketika curiga anak mengalami gangguan, dr Dana meminta orang tua melakukan tindakan lebih lanjut.

Baca juga: Bisakah Orang dengan Gangguan Pendengaran dan Ketulian Disembuhkan?

"Yang harus dilakukan orang tua, pertama adalah periksa dan konsultasi dulu ke dokter telinga hidung dan tenggorokan (THT), pastikan apakah anak mengalami gangguan atau tidak. Lalu lanjutkan terapi dengan dokternya," sambung dr Dana.

Lebih lanjut, dr Dana menjelaskan akibat dari keterlambatan penanganan gangguan pendengaran.

"Kalau terlambat dideteksi anak bisa lambat bicaranya dan terapinya memang bisa membantu. Untuk pemakaian alat bantu dengar pun juga tergantung derajat ketuliannya, mungkin gak perlu alat bantu atau bisa pake bahasa isyarat," imbuh dr Dana.

Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2010, produksi alat bantu dengar mencakup kebutuhan dunia sebanyak 10 persen. Sementara untuk negara berkembang hanya mencakup 3 persen.

Baca juga: Hati-hati Gangguan Pendengaran Bayi yang Tak Terdeteksi


(vit/vit)