Selasa, 20 Des 2016 09:35 WIB

Ini yang Perlu Dipersiapkan Orang Tua Saat Anak Perempuan Masuki Masa Pubertas

Suherni Sulaeman - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Masa pubertas adalah masa peralihan anak-anak menuju tahap kehidupan yang lebih kompleks, yaitu masa akil balig. Selain itu ada perubahan hormonal yang cukup signifikan sehingga mempengaruhi perkembangan fisik maupun psikis yang berujung pada kematangan seksual.

Berbeda dengan anak-anak zaman beberapa dekade lalu, anak-anak zaman sekarang lebih cepat alami masa pubertas karena faktor kemajuan teknologi dan perkembangan zaman. Agar tak salah langkah, apa saja sih yang hendak dipersiapkan orang tua menghadapi masa puber anak, terutama anak perempuan yang ditandai dengan munculnya darah atau menstruasi.

Psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi, mengatakan usia masa pubertas kini sudah bergeser. Pada anak perempuan, jamak terjadi pada usia 9 atau 10 tahun. Maka menjadi kewajiban orang tua memberikan edukasi serta informasi tentang seksual. Jelaskan pula bahwa perubahan yang terjadi adalah suatu yang alamiah terjadi pada setiap orang. Karena sangat mungkin pada awal perubahan ini akan menyebabkan anak menjadi tak nyaman.

"Yang pertama, anak perlu edukasi seks tentang menstruasi itu apa sih? Jadi perlu tahu ilmunya dulu, oh ternyata peluruhan sel darah merah, dan sebagainya. Di beberapa sekolah, di kelas 4, 5, dan 6 SD sudah memfasilitasi anak-anaknya dengan edukasi seks, karena sudah banyak anak kelas 4 SD yang mens," ujar Ratih saat berbincang dengan detikHealth.

Baca juga: Jangan Keliru, Haid Merupakan Tanda Akhir Pubertas Anak Perempuan

Untuk menangani hal ini yang dapat dilakukan orang tua kepada anak perempuannya adalah dengan menerapkan pendekatan yang dapat diterima dan dipahami oleh anak. Bantu jelaskan tentang perubahan biologis yang terjadi di dalam bagian tubuh. Belum lagi perubahan suasana hati.

"Anak juga perlu tahu menstruasi akan mengakibatkan apa saja di fisiknya dia? Misalnya sakit perut, sakit pinggang, payudara mengencang. Apa yang perlu mereka lakuin pas lagi dalam situasi itu? Tetap beraktivitas, tapi yang nggak terlalu berat, karena takut capek, kalau ada riwayat yang Hb (hemoglobin)-nya rendah, bisa minum vitamin," lanjut wanita berhijab ini.

Pelajaran lain yang tak kalah penting adalah menerapkan diri anak untuk selalu menjaga kebersihan diri serta mengonsumsi asupan makanan yang bergizi. "Jadi informasi-informasi itu yang perlu didiskusikan sama anak kita. Nah nanti kalau sudah dikasih informasinya, dikasih tahu, gimana sih yang harus kita lakuin, membersihkan, kapan mesti ganti, kan ganti pembalut 4 jam sekali dan tetap makan-makanan bergizi," kata Ratih.

Baca juga: Ketika Remaja Mulai Pacaran, Bagaimana Orang Tua Sebaiknya Bersikap?

Membantu menghadapi masa pubertas anak adalah hal penting dilakukan orang tua. Baik ibu maupun ayah, jadilah sahabat bagi mereka. Meski anak sering kali merasa malu berbagi masalah yang terjadi, buatlah sesuatu yang menyenangkan dengan memberikan motivasi yang positif dan edukatif. (hrn/up)