Hal itu biasanya karena ada ketakutan dari orang tua anak jadi akan 'terbawa' dengan perilaku teman tersebut. Nah apa yang dirasakan orang tua menurut peneliti dari The Ohio State University ada benarnya.
Salah satu peneliti Brad Bushman mengatakan studi terbaru telah membuktikan bahwa memang perilaku kasar, dalam hal ini kekerasan, bisa menyebar di antara anak-anak. Bushman bahkan menyamakan efeknya sama seperti penyakit infeksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Mendisiplinkan Anak, Haruskah dengan Kekerasan?
Lewat analisis data wawancara 6.000 murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) di tahun 1990-an, Bushman beserta tim menemukan kemungkinan seorang untuk melukai orang lain akan meningkat 183 persen bila ia memiliki teman yang juga pernah melukai orang lain.
Lebih lanjut dalam laporan di American Journal of Public Health Bushman juga mengatakan apabila seorang teman pernah menodongkan senjata, maka risiko seseorang untuk juga menodongkan senjata dalam hidupnya meningkat jadi 140 persen. Ketika teman terlibat dalam perkelahian serius, risiko untuk seseorang terlibat perkelahian serius juga meningkat 40 persen.
"Studi ini adalah studi yang kami tahu pertama kali mengukur tingkat penyebaran sifat kekerasan, hampir empat tingkat. Sungguh luar biasa," kata Bushman.
Empat tingkat artinya efek peningkatan risiko ini terjadi tidak hanya pada teman langsung saja. Seseorang bisa ikut terkena imbas ketika temannya memiliki teman yang temannya berperilaku kasar.
Baca juga: Menyikapi Balita yang Tiba-tiba Mengucapkan Kata-kata Kasar (fds/vit)











































