Senin, 09 Jan 2017 07:20 WIB

Kondisi Ekonomi Keluarga Pengaruhi Masa Pubertas Anak Perempuan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta -
Masa pubertas merupakan masa paling sensitif yang dirasakan remaja. Saat pubertas, remaja mengalami perubahan organ seksual, psikis serta kondisi dari anak-anak menuju dewasa.
Studi terbaru dari Amerika Serikat menyebut kondisi ekonomi keluarga turut memengaruhi bagaimana anak perempuan merasakan masa pubertasnya. Semakin kecil pendapatan keluarga, semakin remaja perempuan merasa masa pubertasnya tidak menyenangkan.
"Remaja perempuan yang berasal dari keluarga dengan ekonomi rendah sering merasa tidak siap menghadapi pubertas, termasuk ketika menstruasi datang pertama kali dan ketika ia mengalami pubertas lebih dahulu daripada teman sebayanya," tutur Ann Herbert, peneliti dari Columbia University Mailman School of Public Health, New York City, Amerika Serikat, dikutip dari Reuters.
Penelitian dilakukan dengan menganalisis studi yang dilakukan dari tahun 2000 hingga 2014. Peneliti melihat kondisi psikologi remaja dan pengalaman mereka ketika pertama kali puber.
Ditemukan remaja perempuan yang berasal dari keluarga ekonomi rendah sering kali merasakan emosi negatif seperti takut, bingung dan malu saat mengalami pubertas. Mereka juga lebih sering menyembunyikan payudaranya yang mulai tumbuh karena takut tak bisa lagi bermain bersama teman laki-laki.
Sebagian besar remaja juga mengaku tidak mendapat informasi yang cukup dari orang tua. Di sisi lain, informasi yang datang dari saudarai atau guru dirasa tidak akurat, kurang tepat ataupun terlambat.
"Mereka (remaja perempuan dari keluarga ekonomi rendah) sudah mengalami menstruasi tanpa mengetahui mereka pasti mengalaminya. Tentu saja hal ini membuat mereka bingung dan merasa takut," tutur Herbert lagi.
Hal ini membuktikan pendidikan kesehatan reproduksi di keluarga dengan ekonomi rendah masih sangat minim. Oleh karena itu, Julianna Deardoff, psikolog dari University of California, mengatakan sekolah seharusnya memberikan pendidikan soal kesehatan reproduksi sejak kelas 4 SD.
"Saat ini pendidikan reproduksi baru diberikan saat anak kelas 6, ketika usianya sudah hampir 12 tahun. Padahal pubertas bisa muncul dari usia 11 atau 10 tahun. Karena itu sudah seharusnya pendidikan kesehatan reproduksi diberikan lebih awal, sehingga anak tidak bingung," tuturnya.


(mrs/up)