Namun survei terbaru menyebut anak-anak kelebihan asupan gula saat sarapan. Padahal kita tahu, kelebihan asupan gula dapat menyebabkan obesitas, gigi rusak hingga masalah kesehatan lainnya.
Pada saat sarapan, anak bisa mengonsumsi hingga 11 gram gula atau setara dengan 3 buah gula balok. Jika dirata-rata, anak bisa mengonsumsi hingga 1.000 balok gula saat sarapan hanya dalam satu tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, berapa sih jumlah asupan gula yang dianjurkan untuk anak? Pakar nutrisi dari Public Health England, Alison Tedstone, mengatakan kebutuhan asupan gula anak berbanding lurus dengan usianya. Dilansir BBC, berikut penjabarannya:
- Usia 2 tahun: kurang dari 13 gram atau 3 gula balok per hari.
- usia 3 tahun: kurang dari 15 gram atau 4 gula balok per hari.
- usia 4 hingga 6 tahun: kurang dari 19 gram atau 5 gula balok per hari.
- usia 7 hingga 10 tahun: kurang dari 24 gram atau 6 gula balok per hari.
Satu mangkuk sereal lengkap dengan susu cokelat dan jus jeruk misalnya, memiliki kandungan gula sekitar 20 gram, atau setara 80-90 kalori. Saat istirahat pagi, anak jajan donat yang mengandung 23 gram gula dan minum satu gelas soda yang mengandung 33 gram gula.
American Heart Association (AHA) merekomendasikan bahwa untuk anak usia 2 sampai 18 tahun, direkomendasikan tidak mengonsumsi lebih dari enam sendok teh gula dalam menu makannya sehari-hari. Dalam jurnal Circulation, peneliti menyebut membatasi konsumsi gula anak menjadi 6 sendok teh yang setara dengan 25 gram atau 100 kalori, menjadi hal yang penting.
"Diet tinggi gula dalam diet terkait dengan obesitas, resistensi insulin, kadar kolesterol abnormal, dan penyakit lemak hati pada anak yang semua ini meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular mereka di masa depan," kata Dr Miriam Vos, profesor pediatri di Emory University and Children's Healthcare of Atlanta, dikutip dari CNN.
Baca juga: Tempel Stiker Emoji Pada Makanan Bisa Bantu Anak Makan Lebih Sehat
(mrs/vit)










































