American Academy of Child and Adolescent Psychiatry (AACAP) memperkirakan depresi bisa terjadi pada sekitar 1 dari 20 anak-anak dan remaja. Paling tidak, dalam sebuah kelas di sekolah ada sekitar 1 atau 2 anak yang mengalami depresi.
Berkaitan dengan hal tersebut studi terbaru melihat efek depresi ini sebetulnya bisa dilawan asal anak aktif bergerak. Dilaporkan dalam jurnal Pediatrics, peneliti melihat anak usia 6-8 yang memiliki aktivitas fisik cukup lebih mungkin untuk terhindar dari depresi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemimpin studi Dr Tonje Zahl dari Norwegian University of Science and Technology bersama tim menemukan hal tersebut setelah memeriksa data 795 anak usia 6 tahun, 699 anak usia 8 tahun, dan 702 anak usia 10 tahun. Para anak diminta untuk mengenakan alat untuk mengukur aktivitas fisik selama seminggu lalu dilakukan survei gejala depresi.
Hasilnya diketahui aktivitas fisik yang tinggi atau sedang pada anak usia 6-8 tahun mampu mengurangi prediksi depresi untuk dua tahun mendatang. Setiap satu jam durasi tambahan aktivitas fisik akan ada pengurangan gejala depresi yang cukup tinggi.
"Aktivitas fisik ini dapat mengurangi kemungkinan depresi lewat berbagai proses psikososial seperti mengurangi stres, meningkatkan interaksi sosial, kognisi, kemampuan belajar dan akademik, kepercayaan diri, serta kualitas hidup sehingga berdampak pada suasana hati," komentar psikolog Dr Gary Goldfield dari University of Ottawa.
Pesan yang bisa diambil dari studi, olahraga lah untuk menjaga kesehatan mental.
Baca juga: Lari, Alternatif Cegah Depresi untuk Pria ataupun Wanita (fds/up)











































