Minggu, 22 Jan 2017 20:29 WIB

Saat Balita Suka Sayur Tapi Tidak Ketika Remaja, Apa yang Salah?

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: Ilustrasi/iStock
Jakarta - Ketika masih balita, mungkin banyak yang suka makan sayur. Namun pola makan ini bisa jadi berubah saat remaja, di mana tak lagi suka makan sayur. Apa yang salah?

Menurut psikolog anak, Najelaa Shihab, masih banyak anak yang belum memahami maksud 'sehat'. Inilah kemudian yang memengaruhi perubahan perilaku sang anak. Jika tidak ada dukungan dan komitmen dari lingkungan maka akan membuat pola hidup sehat perlahan luntur saat anak beranjak remaja.

"Anak itu nggak bisa menerapkan sehat sendirian. Kalau diajarkan di rumah sehat namun berbeda di lingkungan dan sekolah ya nggak bisa," kata wanita yang akrab disapa Ela ini dalam acara Pesta Anak Indonesia di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (22/1/2017).

Baca juga: Cara Efektif Ajarkan Anak Makan Sayur dan Buah Menurut Studi

Ela mengatakan anak yang suka mengonsumsi sayur ketika balita dan menjadi tidak suka ketika remaja adalah contoh perubahan perilaku yang sering ditemukan. Pola hidup yang berbeda di lingkungan bisa mengikis kebiasaan sehat yang saat kecil dilakoninya.

Oleh karena itu, Ela mengatakan semua pihak harus ikut bertanggung jawab untuk mengajarkan anak menjalankan pola hidup sehat. Hal tersebut harus diterapkan kepada seluruh anak.

"Tidak hanya kepada anak sendiri, namun kepada semua anak karena itu tanggung jawab bersama," imbuh Ela.

Baca juga: Lucu dan Menggemaskan! Ekspresi Bayi Saat Coba Makan Brokoli

(vit/vit)