Jakarta -
Bagi anak-anak, tokoh superhero seperti Batman, Superman dan Spiderman merupakan idola. Tak jarang mereka meminta orang tua untuk membelikan mainan, baju hingga dekorasi kamar yang berhubungan dengan tokoh superhero.
Meski begitu, orang tua tak boleh asal setuju. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua saat anak menggemari tokoh Batman, Superman atau Spiderman.
Apa saja? Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, berikut 5 hal yang harus diperhatikan orang tua saat anak mengidolakan tokoh superhero:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Pentingnya Pendampingan Orang Tua Saat si Kecil Idolakan Sosok Superhero
1. Penjelasan soal realita tokoh
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Menurut pakar, orang tua harus memberikan penjelasan soal realita tokoh yang diidolakan oleh anak, bahwa tokoh tersebut hanya bagian dari cerita fiksi dan tidak nyata.
Hal ini disebabkan karena anak-anak, terutama yang masih balita, belum bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya fiksi atau imajinasi.
2. Tidak bisa terbang dan menghilang
Foto: Grandyos Zafna
|
Setelah menjelaskan bahwa tokoh yang diidolakan hanya fiksi, orang tua harus meyakinkan anak bahwa tidak semua hal-hal dilakukan tokoh idola bisa dilakukan secara nyata.
Tindakan seperti lompat tinggi, terbang dan menghilang tidak bisa dilakukan oleh anak. Hal ini perlu ditegaskan karena jika anak merasa ia seperti superhero, risiko melakukan tindakan-tindakan berbahaya meningkat.
3. Dampingi saat nonton film
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Beberapa film superhero memiliki rating remaja. Biasanya di film-film tersebut ada adegan kekerasan yang dibumbui sedikit adegan percintaan.
Tentu saja film superhero seperti ini tidak cocok ditonton anak-anak. Oleh karena itu, anak-anak lebih dianjurkan nonton film superhero dengan format animasi. Jika sudah agak besar, anak boleh nonton film bioskop dengan dampingan orang tua.
4. Tanamkan nilai positif
Foto: thinkstock
|
Ada baiknya juga orang tua memahami apa karakter idola anak. Dengan begitu, orang tua bisa menanamkan nilai-nilai positif yang dimiliki tokoh superhero tersebut kepada anak dengan memberi contoh sehari-hari.
Senang menolong orang lain, memiliki nilai sosial yang tinggi serta tak diam melihat keburukan merupakan beberapa contoh nilai positif yang bisa diambil dari superhero.
5. Cegah perilaku agresif
Foto: Thinkstock
|
Sebagian besar film superhero bergenre action yang menampilkan banyak adegan laga dan kekerasan. Oleh karena itu, jangan biarkan anak mengadopsi perilaku agresif yang ada di film tokoh superhero.
Berikan penjelasan bahwa memukul bukanlah perbuatan yang baik dan tidak boleh dilakukan kepada teman atau orang lain.
Menurut pakar, orang tua harus memberikan penjelasan soal realita tokoh yang diidolakan oleh anak, bahwa tokoh tersebut hanya bagian dari cerita fiksi dan tidak nyata.
Hal ini disebabkan karena anak-anak, terutama yang masih balita, belum bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya fiksi atau imajinasi.
Setelah menjelaskan bahwa tokoh yang diidolakan hanya fiksi, orang tua harus meyakinkan anak bahwa tidak semua hal-hal dilakukan tokoh idola bisa dilakukan secara nyata.
Tindakan seperti lompat tinggi, terbang dan menghilang tidak bisa dilakukan oleh anak. Hal ini perlu ditegaskan karena jika anak merasa ia seperti superhero, risiko melakukan tindakan-tindakan berbahaya meningkat.
Beberapa film superhero memiliki rating remaja. Biasanya di film-film tersebut ada adegan kekerasan yang dibumbui sedikit adegan percintaan.
Tentu saja film superhero seperti ini tidak cocok ditonton anak-anak. Oleh karena itu, anak-anak lebih dianjurkan nonton film superhero dengan format animasi. Jika sudah agak besar, anak boleh nonton film bioskop dengan dampingan orang tua.
Ada baiknya juga orang tua memahami apa karakter idola anak. Dengan begitu, orang tua bisa menanamkan nilai-nilai positif yang dimiliki tokoh superhero tersebut kepada anak dengan memberi contoh sehari-hari.
Senang menolong orang lain, memiliki nilai sosial yang tinggi serta tak diam melihat keburukan merupakan beberapa contoh nilai positif yang bisa diambil dari superhero.
Sebagian besar film superhero bergenre action yang menampilkan banyak adegan laga dan kekerasan. Oleh karena itu, jangan biarkan anak mengadopsi perilaku agresif yang ada di film tokoh superhero.
Berikan penjelasan bahwa memukul bukanlah perbuatan yang baik dan tidak boleh dilakukan kepada teman atau orang lain.
(mrs/vit)