Terkait hal ini, Dr dr Tan Shot Yen M.Hum mengatakan pada umumnya, seorang anak akan lebih merasa nyaman ketika menceritakan masalah kepada orang tuanya. Karena baginya, orang tua merupakan figur pertama yang ia kenal.
"Nah, ketidaknyamanan anak ketika curhat sama orang tua bisa terjadi pada masa tumbuh kembang. Misalnya ada konflik di antara mereka," kata dr Tan ketika ditemui usai acara Pesta Anak Indonesia di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah, Jakarta Barat, baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kata Psikolog, Ini Manfaat Curhat ke Sahabat
"Misalnya ibunya tanya, kamu ke mana saja dan si anak jawab belajar di rumah teman padahal ia pergi nonton sama mantannya. Nah itu kalau dikatakan akan membuat orang tua shock kan," sambung psikolog sekaligus penulis buku ini.
dr Tan mengatakan, dengan pola komunikasi yang benar, hubungan anak dan orang tua akan menjadi lebih baik. Misalnya dengan tidak melarang serta mengontrol anak secara berlebihan.
Karena ketika anak merasa terkekang, anak akan mencari seseorang yang ia anggap nyaman untuk diajak curhat, yaitu teman. Karena anak menganggap seorang teman akan lebih memahami dirinya.
"Kalau mau jadi orang tua yang baik ya harus banyak ilmu. Jadi paham semua masalah," imbuh dr Tan.
Lantas, apa yang bisa terjadi ketika anak lebih nyaman curhat dengan temannya? Menurut dr Tan anak bisa mendapatkan informasi yang tidak jelas karena sang anak mendapatkan informasi dari seseorang yang masih kurang ilmunya.
Baca juga: Menangis dan Curhat Bisa Hindarkan Perilaku Agresif Remaja Putus Cinta (vit/vit)











































