Pada anak, meningitis cukup berbahaya karena mortalitasnya tinggi mencapai 60 persen bila sebelumnya tak pernah mendapat vaksin. Menurut dr Darmadi Darmawan, SpA, dari RS Evasari, orang tua harus waspada terhadap gejala dan faktor risikonya sehingga bila ada kasus penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.
Untuk gejala awal tanda-tanda yang umum terjadi adalah demam tinggi, lemas, nafsu makan berkurang, hingga kejang. Sebagian besar kasus bermula karena infeksi di tempat lain yang menyebar dan pada anak menurut dr Darmadi biasanya berawal dari infeksi saluran napas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Benarkah Imunisasi MMR Bikin Anak Jadi Autis?
Mengapa ada anak yang infeksinya bisa sembuh dan mengapa ada yang kemudian berkembang menjadi meningitis disebut oleh dr Darmadi dipengaruhi beberapa faktor. Pertama dari sisi anak sendiri yaitu kekebalan tubuhnya, kedua dari lingkungan, dan ketiga dari keganasan patogen yang menyerang.
Pada anak yang imunnya terganggu karena kurang nutrisi, punya penyakit lain, atau lahir prematur maka tubuhnya berkesempatan lebih kecil untuk kuat melawan infeksi. Sedangkan pada faktor lingkungan bila seorang anak tinggal di lingkungan padat ditambah sanitasi yang buruk maka risiko terjadinya infeksi juga akan meningkat.
"Faktor ketiga tergantung keganasan kumannya. Faktor patogen," kata dr Darmadi.
Baca juga: Ayah Dibui Gara-gara Beri Pengobatan Rumahan untuk Anaknya yang Meningitis (fds/vit)











































