Selasa, 21 Feb 2017 13:03 WIB

Kata Dokter Soal Pemberian Herba Saat Anak Jalani Terapi Kanker

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Memberi anak herba saat dia sedang menjalani pengobatan kanker bisa saja dilakukan orang tua. Lantas, apa kata dokter terkait hal ini?

"Prinsipnya lapor dulu. Apalagi kalau mau dikasih herba yang macam-macam. Sebab pernah ada kejadian pasien leukemia tinggal menjalani satu siklus kemo, tinggal beberapa minggu eh kambuh. Ternyata orang tuanya ngaku dikasih herba juga, ya semacam suplemen gitulah," kata dr Edi Tehuteru SpA(K) dari RS Dharmais.

Dari kasus ini, dr Edi mengungkapkan yang bisa dipelajari terutama oleh para orang tua adalah pada obat kemoterapi, terdapat interaksi obat. Jika digabungkan dengan 'obat' lain, ada yang saling menguatkan atau justru melemahkan.

"Kalau saling melemahkan, anak minum obat itu, obat kemoterapinya nggak jalan. Akhirnya relaps lagi, kita treatment lagi dari awal," tambah dr Edi usai temu media di gedung Direktorat P2PTM Kemenkes RI, Jl Percetakan Negara, Jakarta, Senin (20/2/2017).

Jika ada orang tua yang hendak memberi sang anak herba, dr Edi mengaku si orang tua harus memilih salah satu. Terlebih, dr Edi mengatakan sebagai dokter dia tidak bisa bertanggung jawab karena memang tidak mempelajari soal herba.

Baca juga: Ada Riwayat Retinoblastoma, Anak Perlu Cek Mata Rutin Sejak Bayi

Ditegaskan dr Edi, RS Dharmais pun ditunjuk Kementerian sebagai pusat penelitian obat herbal bukan sebagai pengobatan kanker, tetapi pendukung tiga jenis pengobatan kanker yakni kemoterapi, radioterapi dan operasi.

"Penggunaan herba untuk pengobatan, itu nggak. Tapi kalau untuk mendukung pengobatan, tetap harus dikonsultasikan ke dokter karena mesti kita lihat komposisinya," kata dr Edi.

Ia mengungkapkan, umumnya herba berisi antioksidan yang melindungi sel normal. Seperti diketahui, kata dr Edi, obat kemo ibarat 'obat bodoh' karena harusnya mematikan sel kanker saja, tapi nyatanya sel normal pun ada yang terkena dampaknya.

"Nah, dengan herba yang sifatnya antioksidan, itu melindungi sel yang normal jadi saat terjadi penggempuran, yang matinya banyak sel kankernya. Ingat, herba bukan untuk menyembuhkan, tapi membantu pengobatan. Penggunaannya pun mesti dikonsultasikan ke dokter," tegas dr Edi.

Baca juga: 'Benih' Kanker pada Anak Bisa Muncul Sejak Masih di Kandungan


(rdn/vit)
News Feed