Kamis, 23 Feb 2017 15:33 WIB

Menyikapi Anak yang Bicara Bahasa 'Campur-campur' karena Efek Bilingual

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Ingin anak bilingual alias bisa menguasai dua bahasa, tapi saat diajarkan kok ia malah tampak bingung dan jadi berbahasa 'campur-campur'. Perlukah orang tua menyetop proses belajar bahasa asing anak?

Kondisi yang disebut sebagai code mixing ini dikatakan oleh psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli adalah hal yang wajar, terutama dalam proses pembelajaran bahasa pada anak.

Menurut psikolog di RS Pondok Indah tersebut, code mixing merupakan bagian dari proses anak untuk kelak mampu menguasai bahasa-bahasa yang sedang diperkenalkan. Seiring pertambahan usia, kondisi ini akan hilang dengan sendirinya.

Baca juga: Kapan Sebaiknya Anak Mulai Diajari Bahasa Asing? Ini Kata Pakar

"Misalnya anak saya juga pernah mau bilang 'hijau' tapi jadi 'green', dicampur-campur bahasanya. Saya justru bersyukur, berarti dia sedang proses belajar memahami kedua bahasa tersebut," imbuh Vera dalam talkshow 'Multilingual Sejak Dini, Kenapa Tidak?' yang diadakan di EF Center, FX Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Meskipun dianggap wajar, nyatanya banyak orang tua yang justru beranggapan bahwa hal ini pertanda si anak kebingungan dengan bahasa asing yang diajarkan. Maka anak pun akan mencampur kedua bahasa tersebut.

"Bukan, bukan. Ini bukan pertanda anak sedang mengalami kebingungan, tapi bagian dari proses menguasai kedua bahasa tersebut dengan baik. Nanti seiring usia akan hilang. Karena semakin bertambah usia anak, proses belajarnya akan semakin kompleks juga jadi penalarannya juga lebih baik," terang Vera.

Ia berpesan, ketika anak menunjukkan tanda-tanda code mixing ini, maka orang tua sebaiknya tetap berpikir positif dan tidak buru-buru mengambil kesimpulan anak sedang bingung. Lebih baik ingatkan anak secara halus tentang bagaimana penggunaan bahasa yang seharusnya, sehingga anak memahami mana yang tepat dan belajar mengoreksinya.

Baca juga: Benarkah Ajari Bahasa Asing Sejak Dini Bikin Anak Terlambat Bicara?


(ajg/up)