drg Felicia Melati SpKGA mengatakan karies pada anak disebut dengan early childhood caries. Karies ini dapat terjadi karena gigi anak terpapar gula secara berlebihan.
"Biasanya karies terjadi pada anak yang minum susu di botol atau dot. Khasnya terlihat bagian gigi depan rahang atas anak berubah warna atau kondisi," kata dokter yang akrab disapa drg Mela ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika ngedot, lidah menutupi gigi depan rahang sehingga tidak terekspos. Karies lebih mudah terjadi ketika gigi anak tidak dibersihkan setelah minum susu," kata drg Mela.
Baca juga: Video: Sudah Gosok Gigi, Kok Mulut Masih Bau Kenapa Ya?
Kebiasaan lain yang bisa memicu gigi berlubang pada anak yakni ngedot sampai tertidur. drg mela mengatakan saat anak ngedot sampai tertidur, susu atau sisa makanan akan tertinggal di mulutnya. Nah, bakteri bisa mengubah sisa makanan atau susu itu menjadi asam hingga menyebabkan karies.
Oleh karena itu, drg Mela menganjurkan agar orang tua membersihkan gigi anak setelah minum susu atau makanan dengan dental wipes. Pada bayi, penggunaan kasa dengan air hangat juga bisa dilakukan untuk membersihkan gigi si kecil.
Penting pula memberi makan anak di waktu yang tepat. Jangan sampai, anak disuapi ketika ia mengantuk hingga akhirnya rewel dan malah tertidur. Jika karies sudah melebar maka gigi tersebut harus dicabut. Sedangkan pada karies yang masih kecil, mesti dilihat dulu posisinya.
"Jika (karies) sudah terkena email dan dentin, bisa dilakukan penambalan. Sementara kalau terkena pulpa harus dilakukan dengan perawatan saraf dulu karena jika dibiarkan bisa memengaruhi benih gigi tetap," pungkas drg Mela.
Baca juga: Susah Ajak Anak Gosok Gigi? Ini Tips Mengatasinya
(rdn/vit)











































