Seperti yang terjadi di Rusia, sejumlah remaja bunuh diri setelah mengikuti game di media sosial yang mengarahkan pada upaya bunuh diri. Dalam jangka waktu yang berdekatan, ditemukan beberapa kasus bunuh diri remaja. Misalnya remaja perempuan usia 15 dan 16 tahun bunuh diri dengan melompat dari lantai 14 sebuah flat.
Kasus lain, remaja perempuan 15 tahun menghilangkan nyawanya sendiri dengan terjun dari lantai 5 apartemen. Sementara itu ada pula kasus siswi sekolah usia 14 tahun yang bunuh diri dengan menabrakkan diri ke kereta yang lewat. Demikian dikutip dari metro.co.uk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ilustrasi bunuh diri Foto: Mindra Purnomo |
Baca juga: Jangan Tiru! Remaja Ini Tewas Setelah Ikuti Tren Choking Game
Seorang direktur sekolah di sebuah daerah di Rusia mengaku pada polisi telah mendapat telepon dari orang tak dikenal. Sosok misterius itu mengatakan ada murid yang bergabung dengan sebuah 'kelompok maut' di jejaring sosial 'Vkontakte' dan berencana untuk bunuh diri.
Dalam penyelidikannya, polisi menemukan gadis muda anggota kelompok game maut itu. Gadis yang namanya dirahasiakan tersebut mengaku telah diberi sejumlah tugas oleh admin grup. Meski dirinya tidak menjalankan tugas yang diberikan, namun gadis itu khawatir anggota yang lain akan melakukannya.
Seorang remaja yang mulanya hendak bunuh diri namun kemudian berubah pikiran memberikan kesaksian bahwa dirinya didesak menggambar ikan paus di pergelangan tangan atau kaki menggunakan benda tajam seperti silet. Dia dan remaja lainnya juga diminta menonton film horor sepanjang hari, juga bangun pada pukul 04.20. Selanjutnya di hari ke-50, mereka dituntut untuk mengakhiri hidup.
Ilustrasi takut Foto: thinkstock |
Baca juga: Lakukan Tantangan Pakai 100 Baju, Remaja Ini Histeris Saat Tak Bisa Melepasnya
Laporan investigasi media menyebut dalam waktu 5 bulan yakni November 2015 hingga April 2016 terdapat 130 kasus bunuh diri anak-anak dan remaja. Seorang pemimpin kelompok yang ditengarai mempromosikan kegiatan bunuh diri di kalangan remaja Rusia juga telah ditangkap tahun lalu. Dalam praktiknya, anak-anak dan remaja yang bergabung diberi tahu bahwa hal terbaik dalam hidup dimulai dengan huruf 'S' yakni semiya (keluarga), sabtu, seks dan suicide (bunuh diri.)
Psikolog Wikan Putri Larasati, MPsi, Psikolog dari Biro Psikologi Castra Tangerang beberapa waktu lalu megingatkan untuk berpikir panjang lebih dulu sebelum melakukan sesuatu, termasuk yang disebarluaskan di dunia maya. (vit/up)












































Ilustrasi bunuh diri Foto: Mindra Purnomo
Ilustrasi takut Foto: thinkstock