Anak lahir dengan kecacatan tersebut secara umum bisa disebabkan oleh tiga hal. Pertama karena faktor genetik, kedua faktor asupan nutrisi yang buruk, dan terakhir adanya pengaruh lingkungan seperti paparan zat-zat berbahaya.
Bila memang kecacatan sudah terlanjur terjadi dan tidak bisa diperbaiki, Menteri Kesehatan RI Profesor Dr dr Nila Moeloek, SpM(K), mengimbau agar masyarakat mau memberikan kesempatan. Kesempatan untuk anak dengan kelainan bawaan berkembang optimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih ada peluang untuk mereka menjadi aset bagi kita semua. Bantu mereka baik dari sisi sosial, pencegahan, dorongan atau motivasi agar bisa seoptimal mungkin dalam kemandiriannya," lanjut Menkes Nila.
Baca juga: Imbauan Menkes Agar Anak Tak Lahir dengan Cacat Bawaan
Membesarkan anak dengan kelainan bawaan bisa menyimpan tantangannya tersendiri, oleh karena itu Menkes Nila mengingatkan agar pasangan benar-benar merencanakan kehamilan dengan matang. Alasannya agar aspek kesehatan dan perkembangan anak mendapat perhatian terutama pada 1.000 hari kehidupan pertama.
Bila 1.000 hari kehidupan pertama anak diperhatikan dengan baik maka risiko untuk dirinya lahir dengan kelainan bawaan dapat ditekan.
"Kami coba mengkaji dengan ilmu otak ternyata benar karena 1.000 hari kehidupan pertama sangat penting... Agar sinapsis-sinapsis otak positif yang terbentuk bukan negatif," tutup Menkes Nila.
Baca juga: 4 Asupan Penting Bagi Ibu Hamil untuk Cegah Bayi Alami Kelainan Bawaan (fds/up)











































