Senin, 27 Mar 2017 09:06 WIB

Orang Tua Harus Ketahui Dampak Bila Terlalu Sering Ekspos Foto Anak

Suherni Sulaeman - detikHealth
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Jakarta - Mengabadikan momen tumbuh kembang si kecil merupakan kegiatan yang lumrah dilakukan orang tua kebanyakan saat ini. Setiap keceriaan maupun kecemberutan si kecil sekali pun tetap saja jadi incaran bidikan kamera si ibu.

Tak jarang ibu lantas memposting atau mengunggah foto anak di akun media sosialnya. Tapi sudahkah memahami soal dampak bila berlebih atau terlalu sering posting foto anak di media sosial?

Baca juga: Saran Psikolog Agar Ortu Tak Terlalu Narsis Posting Foto Anak di Sosmed

"Disebut overexpose biasanya yang nilai orang lain juga. Kalau foto anak-anak sebenernya nggak ada masalah, cuma gunanya apa sih. Semua upload itu nggak ada maksudnya. Satu, jangan sampai menimbulkan kecemburuan, kadang-kadang foto lagi liburan ke mana, itu sebenarnya nggak apa-apa, tapi balik lagi jangan sampai menimbulkan kecemburuan. Tapi kita harus peka dong," imbuh psikolog anak, Elizabeth Santosa, usai acara Cussons Bintang Kecil 5: Wujud Ekspresif Anak 'Tumbuh dengan Cinta' di Atrium Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (27/3/2017)

Bagi Lizzie, panggilan akrabnya, mencintai anak itu bukan berarti memprioritaskan anak dalam arti segala sesuatu diperlakukan sebagai raja dan ratu.

"Itu nanti biasanya kalau kita perlakukan seperti itu akan shock saat remaja," tambah Lizzie.

Pada kenyataannya, hal ini kerap dirasakan juga oleh fotografer profesional, Roy Genggam yang telah berpengalaman memotret lebih dari puluhan anak. Di sepanjang perjalanannya sebagai fotografer, ia banyak menemukan orang tua yang ambisius.

"Anak itu dipaksa sampai mereka kadang suka nangis. Terus biasanya saya nggak tega. Maka itu di studio, saya siapin fasilitas buat anak-anak, supaya mereka nggak merasa tertekan. Takutnya begitu dia tertekan sekali, ada situasi pemotretan sampai gede tuh trauma sama pemotretan," terang Roy.

Pendapat yang sama disampaikan juga oleh Lizzie, tentunya 'pemaksaan' ini dapat menimbulkan trauma bagi anak. Di samping itu, anak justru akan ketagihan berfoto tanpa melihat situasi atau kondisi, dan tempat di mana ia berada.

"Sebenernya nggak masalah cuma kadang-kadang bisa 'foto dong' nggak pada tempatnya. Contoh, di pemakaman. Anything too much is never good. Jadi anak harus tahu tempat-tempatnya, kapan difoto, kapan nggak," kata Lizzie.

Baca juga: Tips Penting untuk Orang Tua Saat Kenalkan Anak pada Gadget (hrn/vit)