Pada anak perempuan pubertas dini didefinisikan mulai antara usia 8 dan 11 sementara pubertas yang terlambat dimulai antara 15 dan 19. Untuk anak laki-laki pubertas yang normal adalah antara usia 9 dan 14.
Pakar menyebut pubertas merupakan fase ketika secara jasmani, tubuh anak-anak sudah memproduksi hormon reproduksi. Namun jika terjadi lebih cepat, perkembangan antara mental, psikologis dan tubuh anak menjadi tidak selaras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Anak Korban Kekerasan Seksual Alami Pubertas Lebih Awal
1. Stroke
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Peneliti memperoleh kesimpulan ini setelah mengamati 1.142 wanita yang telah memasuki masa post-menopause dalam kurun tahun 1998-2010. Hasilnya, mereka yang mulai menstruasi sebelum usianya 13 tahun berpeluang 1,8 kali lebih besar untuk terserang stroke dibandingkan mereka yang mulai haid di usia 15 tahun.
2. Depresi
|
Foto: Ilustrasi ibu depresi (thinkstock)
|
Hasil penelitian menyebut tidak ada kaitan antara usia pubertas yang dialami anak laki-laki dengan risiko depresi. Namun pada perempuan, risiko depresi bisa lebih besar 17 persen jika payudara mulai tumbuh sejak usia 9 tahun.
"Risiko depresi meningkat karena berbagai hal, mulai dari bullying hingga kejahatan seksual. Selain itu, perempuan memang lebih rentan mengalami masalah gangguan perilaku makan," ungkapnya.
3. Diabetes tipe 2
|
Foto: iStock
|
Hal ini dikatakan peneliti berkaitan dengan paparan hormon reproduksi lebih awal yang mengganggu sistem kerja metabolisme tubuh.
4. Perilaku berisiko
|
Foto: Thinkstock
|
Mereka juga memiliki tingkat kenakalan dan depresi yang lebih tinggi. Bahkan, ketika sahabatnya cenderung melakukan sesuatu yang menyimpang, mereka lebih mungkin ikut melakukannya.
Kabar baiknya, pengaruh negatif ini tidak berlangsung lama karena perilaku gadis-gadis itu kembali membaik saat usianya 16 tahun.
5. Kanker
|
Foto: thinkstock
|
Seperti diketahui, kanker rahim dan kanker payudara merupakan jenis kanker yang rentan menyerang wanita dan sangat dipengaruhi oleh hormon.
Halaman 5 dari 6











































