Psikolog anak Ratih Zulhaqqi mengatakan skill entrepreneurship perlu dilatih sejak dini sebagai bagian dari kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving). Jika anak tak dilatih skill entrepreneurship sejak dini, anak akan sulit melihat solusi dan lebih sering terjebak pada masalah tanpa bisa diselesaikan.
"Memang nggak gampang melatih skill entrepreneurship ini. Tapi kalau dilatih sejak awal, anak akkan bisa menyelesaikan masalah sesuai usianya. Nah sifat ini akan dibawa hingga dewasa, sehingga anak bisa mencari jalan keluar dari masalahnya sendiri," tutur Ratih, dalam talkshow Kompakers Depok x Medina di Restoran Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk, Jl Margonda Raya, Depok, Minggu (2/4/2017).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Ratih, ada skill entrepreneurship terdiri dari dua hal. Pertama adalah kreativitas, yakni kemampuan seseorang untuk mencari ide atau menemukan cara baru dalam melihat masalah dan kesempatan.
Pada anak, kreativitas bukan sekadar pintar menggambar, menulis atau menyusun kata. Kreativitas ada di setiap aspek kehidupan anak, mulai dari proses ia belajar menggenggam saat bayi hingga proses belajar di sekolah ketika agak besar.
"Misalnya ketika lagi bermain mengandai-andai dengan anak, nah itu juga melatih kreativitas dengan berimajinasi," tuturnya.
Skill entrepreneurship juga membutuhkan inovasi. Inovasi merujuk pada kemampuan untuk mengaplikasikan cara atau ide baru yang sudah dipikirkan sebelumnya. Dengan kata lain, inovasi adalah kreativitas yang dilaksanakan.
Baca juga: 5 Hal Ini Ditengarai Bisa Bikin Anak Tumbuh Pintar
"Jadi orang yang inovatif adalah orang yang bisa mengaplikasikan kreativitasnya. Ini penting dimiliki anak supaya ketika menyelesaikan masalah anak tidak hanya punya satu rencana, tapi dua atau tiga, yang jika gagal masih ada rencana cadangannya," tuturnya. (mrs/vit)











































